Irawati (iprillia.multiply.com)

Blog EntryMembaca Germany Survival Bible di SpiegelApr 12, '06 4:41 AM
for everyone

Akhir-akhir ini saya rajin membaca Germany Survival Bible di surat kabar Spiegel-Online. Tulisan-tulisan berbahasa inggris ini ditampilkan oleh Der Spiegel dalam rangka menyambut Piala Dunia 2006. Tujuannya adalah untuk memberi informasi kepada para turis dan penonton Piala Dunia yang akan datang ke Jerman. Sebagian tulisan berasal dari auslaender (orang asing) yang tinggal di negara ini.

Banyak hal menarik saya temui dalam kumpulan tulisan mereka. Semuanya membuat saya mengetahui lebih jauh mengenai kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku disini. Misalnya, bagaimana disiplin a la Jerman. Atau apa yang mesti dilakukan ketika mengantri. Ada tulisan mengenai banyaknya anjing di negara ini serta anjuran berhati-hati ketika pergi ke taman, dan tempat-tempat umum karena kotoran anjing di mana-mana.

Ada tulisan mengenai kebiasaan menyetir orang Jerman yang merasa dirinya sebagai sopir terbaik di dunia. Banyak diantara mereka yang menjadikan jalan raya sebagai lintasan formula satu. Dan terdapat beberapa tips berkendara di autobahn alias jalan tol di akhir tulisan. Ada pula yang menulis tentang toilet Jerman, yang katanya berbeda dengan toilet di manapun di dunia. Di tulisan lainnya terdapat anjuran untuk membawa banyak uang tunai di banding uang plastik keika berkunjung ke Jerman.

Saya tersenyum ketika membaca tentang mahasiswa abadi Jerman. Menurut tulisan tersebut, rata-rata orang Jerman mulai kuliah ketika usia 23 tahun. Mereka menjadi mahasiswa abadi karena berbagai fasilitas, kemudahan dan kenyamanan yang diberikan negara. Mahasiswa menikmati asuransi murah, diskon untuk mengunjungi museum, tempat wisata, dll. Mereka juga bisa menggunakan kendaraan umum dengan harga yang jauh lebih murah. Tak heran jika sebelumnya, rata-rata mahasiswa Jerman baru lulus S1 ketika sudah berusia 30 tahun.

Jangan percaya jika ada orang Jerman bilang mereka tidak bisa berbahasa Inggris, menurut sebuah tulisan. Mereka belajar bahasa Inggris di sekolah, jadi semestinya mengerti bahasa tersebut. Yang terjadi sebenarnya adalah : they find it incredibly painful to risk imperfection. Jadi, saran penulis, be kind dan beri banyak pujian biar mereka mau berbahasa inggris.

Dan saya pun masih menunggu tulisan-tulisan berikutnya...........................


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
mochusni wrote on Apr 12, '06
kalo di sini mahasiswa abadi
karena emang susah lulus dan keasikan maen ya..
*btw... ada link web-nya gak? mau cari berita otomotif-nya nih... thx
iprillia wrote on Apr 12, '06
ada link web-nya gak?
website : www.spiegel.de, trus klik yg english site di bagian kiri. Semoga berguna.
mochusni wrote on Apr 12, '06
oks... thx.
iprillia wrote on Apr 12, '06
oks... thx.
Gern.......
cahayahati wrote on Apr 12, '06, edited on Apr 12, '06
Teman kami orang Jerman baru saja lulus tahun lalu dari kuliah masch-baunya entah berapa puluh semester dia sudah kuliah. Usianya pun sudah lebih dari 40 tahun, tapi what a heck Ir .... ia bahagia dan tempat dia kerja sekarang juga super bahagia mendapatkan seorang Dipl.-Ing dengan bertumpuk pengalaman dan keahlian. Ia pintarnya jangan ditanya .... ia seorang seniman dan eksentrik di bidangnya .... begitu mungkin dunia yang ideal, yang menyediakan tempat bagi siapa saja yang ingin mengkreasi dunianya sendiri .... 'tul gak !!!

Tentang ngebut di jalan, coba baca deh http://www.virtualtourist.com/travel/Middle_East/Saudi_Arabia/Mintaqat_Makkah/Mecca-1806764/Transportation-Mecca-BR-1.html#0 atau peringatan-peringatan lain di Mekkah, membuat orang berpikir njelimet untuk pergi ke sana. Tapi ....... mungkin kenyataannya tidak serumit itu .... hehe ..

Ditunggu ceria selanjutnya Ir !!!
iprillia wrote on Apr 12, '06
begitu mungkin dunia yang ideal, yang menyediakan tempat bagi siapa saja yang ingin mengkreasi dunianya sendiri .... 'tul gak !!!
Soal ini kami jg sering mendiskusikannya, Mbak. Seorang teman pernah ngedumel. Katanya, dia pasti susah nyari kerja di tanah air setelah lulus kuliah nanti. Bayangkan, kata dia, banyak perusahaan di tanah air mensyaratkan usia maksimal 27 th bagi lulusan S1, dan 30 tahun bagi lulusan S2. Susah klo mau kerja aja dah dibatasin umur tertentu.:(
agungks wrote on Apr 13, '06
orang jerman ternyata lucu ya..:)
iprillia wrote on Apr 13, '06
agungks said
orang jerman ternyata lucu ya..:)
Lucu kenopo Gung?:)
yankoer wrote on May 11, '06
kok lambat gitu ya? emang program pemerintahnya dalam jangka waktu pendidikan gimana? kalo di indonesia kan ada "wajib belajar" dll. tapi beberapa waktu lalu saya ketemu dengan orang jerman, dia lagi penelitian untuk Ph.D-nya di Makassar. ada info gak?
rabwa wrote on Jun 1, '06
Salam kenal, ya Mbak?
Wah, disini juga banyak mahasiswa abadi :-)
iprillia wrote on Jun 1, '06
rabwa said
Wah, disini juga banyak mahasiswa abadi :-)
Sama dong:) Salam kenal juga....
rabwa wrote on Jun 2, '06
Mbak, yang 'abadi' tu Mhasiswa Indo yang di Jerman apa mahasiswa Jerman sendiri?
Kl di Mesir, yang 'abadi' biasanya mahasiswa Indo..:-)
iprillia wrote on Jun 2, '06
rabwa said
Mbak, yang 'abadi' tu Mhasiswa Indo yang di Jerman apa mahasiswa Jerman sendiri?
Klo ini rata2 mahasiswa yg kuliah di Jerman. Baik mahasiswa Indo maupun mahasiswa Jerman sendiri.:)
rabwa wrote on Jun 6, '06
Ehm..mampir aja..:-)
Di TV sini (Mesir) ditayangkan 'penyambutan' World Cup, wuih rame banget ya, Mbak? :-)
Kira-kira ada nggak orang Indonesia yang 'mbelain' datang ke Jerman> :-)
iprillia wrote on Jun 6, '06
rabwa said
Kira-kira ada nggak orang Indonesia yang 'mbelain' datang ke Jerman> :-)
Menurut saya, ada. Orang indo kan banyak yang kaya raya.:)
sebastiannora wrote on Jul 31, '07
wow, nice blog, enjoy reading it.. thanks babe..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.