Irawati (iprillia.multiply.com)

Blog EntryOrang Indonesia Boros Energi Sep 6, '05 1:53 PM
for everyone
Harian Ekonomi Neraca hari ini menampilkan data statistik yang menarik mengenai konsumsi energi orang Indonesia. Data yang ditampilkan dalam bentuk  perhitungan elastisitas (pertumbuhan konsumsi energi dibanding pertumbuhan ekonomi) dan intensitas (jumlah konsumsi energi per PDB). Dari hasil kedua perhitungan diatas, elastisitas dan intensitas energi di Indonesia termasuk paling tinggi dibandingkan Thailand, AS/Kanada dan Jepang. Artinya, orang Indonesia boros energi.  Padahal, konsumsi energi Indonesia tergolong kecil.

 

Elastisitas

Intensitas

Indonesia

1,84

400

Thailand

1,16

350

AS / Kanada

0,26

300

Jepang

0,10

200

Data dari Divisi Efisiensi Energi Pusat Teknologi Energi BPPT 2004

Saya sendiri tak terlalu heran dengan data diatas. Pengalaman diri sendiri maupun teman-teman dari Indonesia lainnya menunjukkan demikian. Dulu saat tinggal di apartemen mahasiswa, biaya langganan listrik kami lebih mahal daripada teman-teman yang orang Jerman. Diantara orang bule pun orang Indonesia terkenal boros energi.

Banyak cerita yang saya dengar tentang teman-teman setanah air, akibat penggunaan energi yang sedikit berlebihan. Seorang teman wanita saya pernah diusir oleh induk semangnya. Gara-garanya adalah karena teman saya ini setiap hari mandi, paling tidak sekali sehari, bahkan di musim dingin sekalipun. Bagi kita orang Indonesia, mungkin tak ada yang aneh, karena kita memang terbiasa mandi tiap hari, sehari dua kali. Tapi bagi orang Jerman, hal ini bisa dianggap pemborosan. Saat mandi, kita biasa menggunakan air panas. Dengan sering mandi, maka biaya energi membengkak. Dan karena induk semang teman saya ini nggak mau nombokin biaya energi yang besar nantinya, maka teman saya ini diusir.

Cerita lainnya, seorang ibu dari Indonesia terpaksa nombok lebih dari seribu euro untuk membayar tambahan biaya energi, karena suatu saat ibu ini pernah menyewakan rumahnya kepada beberapa mahasiswa Indonesia selama tiga bulan. Sebabnya adalah, orang-orang indoensia yang menyewa rumah si ibu ini rajin mandi dan masak. Teman keluarga kami yang juga mahasiswa juga mengalami kejadian yang hampir sama, diharuskan membayar tagihan energi senilai lebih dari 500 euro di awal tahun. Selain itu, masih banyak cerita lainnya seputar tagihan energi yang membuat puyeng di awal tahun. Kami sendiri, pernah kena tagihan energi 200 euro lebih di awal tahun. Kejadian ini membuat kami sebisa mungkin irit menggunakan energi (air, listrik, dan pemanas ruangan).

Banyak hal yang menyebabkan kita, orang-orang indonesia di jerman lebih banyak menggunakan energi dibandingkan orang jerman sendiri. Namun jika saya perhatikan, yang menjadi sebab utama adalah memang gaya hidup dan kebiasaan kita berbeda dengan orang jerman. Misalnya saja, di indonesia kita biasa mandi tiap hari, bahkan bisa dua kali atau lebih dalam seharinya. Orang indonesia seringkali mambawa kebiasaan itu saat tinggal di sini. Sedangkan orang jerman terbiasa tak mandi selama berhari-hari. Mau tak mau, kita menghabiskan air lebih banyak daripada mereka.

Contoh lainnya adalah kebiasaan makan dan masak. Masakan indonesia memerlukan waktu penyiapan dan waktu masak yang relatif lama. Sedangkan, orang jerman lebih suka makan makanan yang praktis, misalnya roti atau pasta. Kitapun cenderung lebih sering masak. Hal ini tentu saja  berpengaruh pada biaya energi, yakni pemakain listrik, air, maupun gas.

Begitu pun saat musim dingin. Karena kita berasal dari daerah tropis yang tak mengenal musim dingin, tentu saja daya tahan kita terhadap dingin berbeda dengan mereka yang sudah terbiasa hidup disini. Seringkali saya sudah merasa udara di luara sangat dingin, sedangkan di jalanan, orang-orang bule itu cuma mengenakan sweater yang tipis. Cuaca yang menurut saya sangat dingin, menurut mereka mungkin tak terlalu dingin. Di rumah, karena tak tahan dingin, kita pun menyalakan pemanas ruangan lebih sering dengan posisi maksimum (paling panas). Seorang teman bahkan merasa perlu untk menyalakan pemanas 24 jam sehari, meski dia tak ada di rumah, agar tak kedinginan.

Hal-hal diatas adalah beberapa contoh mengapa kita lebih boros energi dibanding orang jerman sendiri. Memang serba salah kalau sudah kebiasaan. Agak susah untuk mengubahnya.

Di Jerman, biaya energi adalah biaya yang kita keluarkan untuk listrik, air, pemanas, dan gas. Untuk air, dikenakan dua macam biaya, yaitu biaya pemakaian dan biaya pembuangan. Biaya pembuangan ini lebih mahal dari biaya pemakaian. Di Bremerhaven, kota tempat tinggal kami, biaya pembuangan air sekitar 3 kali lipat biaya pemakaiannya. Biaya energi yang kita keluarkan besarnya bisa sama atau lebih besar dari biaya sewa rumah itu sendiri, sehingga sering disebut sebagai biaya sewa kedua. Pembayarannya dilakukan setiap bulan dengan nominal yang sama. Di akhir tahun akan ada perhitungan, pemakaian kita yang sebenarnya. Jika uang yang kita bayar tiap bulan kurang, maka kita harus menambah. Sebaliknya, jika pemakaian kita sedikit, maka uang kita akan dikembalikan.

Dengan mahalnya harga minyak mentah, maka biaya energi di jerman dipastikan juga naik tahun ini sekitar 8-9 persen. Dan agar tidak puyeng bayar tagihan energi di awal tahun, memang sebaiknya kita berusaha menggunakan energi seefisien mungkin.


58 CommentsChronological   Reverse   Threaded
yenia wrote on Sep 6, '05, edited on Sep 6, '05
Hehehe...ini ketawa sambil meringis... kasian deh...

satu lagi barang2 elektronik di Ind juga kebanyakan nggak hemat energi -- membutuhkan watt gede...
kustiaz wrote on Sep 6, '05
orang-orang indonesia di jerman lebih banyak menggunakan energi dibandingkan orang jerman sendiri
betulll mbak...
dikota aku tinggal mereka lbh suka pake sepeda, sedangkan aku lbh suka naik bus :)
cahayahati wrote on Sep 6, '05, edited on Sep 7, '05
Soal pemborosan pemakaian pemanas tidak hanya dilakukan oleh orang Indonesia lho Ra ... di asrama mahasiswa Jülich pernah juga ada penelitian tentang itu. Mahasiswa dari Afrika juga boros sekali. Mungkin penyakit mahasiswa negara panas ya ...

Katrina memang tidak berdampak bagi warga New Orleans saja ya ... harga minyak mentah dan bensin menjadi luarbiasa. Bensin misalnya yang biasanya sekitar 1,10 Euro sekarang menembus 1,40 Euro. Kalau bertahan begini, semua harga akan naik tidak hanya Nebenkosten.

Ngomong-ngomong PDB itu singkatan dari apa ya ?? Tentang elastisitas kayaknya kalaupun pertumbuhan konsumsi energi tetap di 1, sedangkan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih kecil dari satu alias menjadi pecahan, mau nggak mau ya elastisitas menjadi makin tinggi .... Kayaknya sulit dijadikan patokan, atau ???

Saya juga setuju di Indonesia kurang adanya penerangan tentang pentingnya berhemat energi, keluarga Indonesia hanya berputar di scope kecil sekitar irit rumah tangga tapi dampak terhadap scope besar tidak menyadari. Tapi ini juga menurut aku karena jeleknya pendataan dan statistik di Indonesia.
idaputra wrote on Sep 6, '05
Seorang teman wanita saya pernah diusir oleh induk semangnya. Gara-garanya adalah karena teman saya ini setiap hari mandi,
waduh..jadi ga kebayang deh diusir...hehehehe...
tapi di Jepang, kayanya kebalikan mbak. berdasarkan teman-teman sekitarku (Kanazawa, Ishikawa), orang Indonesia masih terbilang hemat energi dibanding orang Jepang. Terutama misalnya dalam hal mandi. okelah orang Jepang maksimal 1 kali sehari mandi (biasanya malam hari). akan tetapi cara mandi mereka 2 kali aktifitas, pertama mandi biasa (membersihkan badan dengan sabun), kemudian berendam di ofuro (bak kecil buat berendam). Trus listrik, misalnya di ruang lab, atau kelas, yang sebenarnya udah terang benderang, masih saja menyalakan lampu. tapi bedanya....dan untungnya..orang jepang menggunakan panel surya, dan benda-benda elektronik mereka rata-rata hemat energi...hehehe..
lain halnya sewaktu tinggal di international house (asrama untuk mahasiswa asing), tagihan gas ku lebih murah dibanding dengan orang Thailand (apalagi musim dingin). Pernah teman Indonesia, terheran-heran dengan temannya orang Eropa yang tagihan listrik dan gas hampir 2 kali lipat rata-rata.
mungkin setiap negara beda ya..... :P
matur nuwun...
lulukmaslachah wrote on Sep 6, '05
Misalnya saja, di indonesia kita biasa mandi tiap hari, bahkan bisa dua kali atau lebih dalam seharinya. Orang indonesia seringkali mambawa kebiasaan itu saat tinggal di sini. Sedangkan orang jerman terbiasa tak mandi selama berhari-hari. Mau tak mau, kita menghabiskan air lebih banyak daripada mereka.
lehhh.. gimana yah rasanya enggak mandi beberapa hari..? sehari mandi cuman sekali waktu di surabaya aja rasanya udah gerahh semua.. seperti udah beberapa hari.. Btw mungkin pengaruh iklim dan cuaca di sana yah Mbak..?
lah kalo kerja bernagkat kerja berarti mereka tidak mandi dong...:-p hikkss bau... :-D
tianarief wrote on Sep 6, '05
orang Indonesia boros energi
masalah bbm, karena bersubsidi (shg harganya sangat murah dibanding pasaran dunia), orang indonesia selama ini boleh dibilang "pesta minyak". mulai dari pemakaian kendaraan secara serampangan (mis. digeber-geber, memanaskan pagi hari dalam waktu lama), kemacetan lalulintas, juga pemakaian kendaraan ber-cc besar dan berusia tua.
juga boros pemakaian listrik, terutama akibat pencurian listrik oleh industri, perumahan dan fasilitas umum (lampu jalan liar). menghasilkan listrik kan butuh energi minyak; solar dan gas.
ctimel wrote on Sep 7, '05
Memang serba salah kalau sudah kebiasaan. Agak susah untuk mengubahnya.
tapi kebiasaan mandi apa perlu kita rubah juga ya mbak ???
kangbayu wrote on Sep 7, '05
yenia said
Hehehe...ini ketawa sambil meringis... kasian deh...

satu lagi barang2 elektronik di Ind juga kebanyakan nggak hemat energi -- membutuhkan watt gede...
Lha disini concern soal penghematan aja masih kurang... Di TV baru ada iklan layanan masyarakat soal ini aja baru sekarang-sekarang...

Yang ada paling ngeluh saat tarif listrik naik... sementara kedewasaan dalam konsumsi energinya nggak pernah terpikir untuk ditinjau ulang... Liat aja di rumah-rumah, seberapa banyak yang masih make lampu pijar karena semata2 harganya murah? Padahal lampu SL dengan terang sama, cuma memakai energi sekitar 20% nya saja.

Apalagi kita nggak ngenal musim dingin, yang membuat konsumsi energi jadi luar biasa besar =)
iprillia wrote on Sep 7, '05
yenia said
membutuhkan watt gede...
Kalau soal watt disini gede2 juga Mbak. Setrika 1500-2000 watt. Kompor listrik 1500-2500 watt. Setrika dg watt gede lebih cepat panas, jadi menghemat waktu.
iprillia wrote on Sep 7, '05
kustiaz said
sedangkan aku lbh suka naik bus :)
Btw, bersepeda asik juga lho Mbak saat panas gini:)

Nggak nyambung yaks.
kangbayu wrote on Sep 7, '05
Seringkali saya sudah merasa udara di luara sangat dingin, sedangkan di jalanan, orang-orang bule itu cuma mengenakan sweater yang tipis. Cuaca yang menurut saya sangat dingin, menurut mereka mungkin tak terlalu dingin.
Jadi inget waktu dulu kedatengan tamu dari Canada, trus ama nyokap mau diajak ke daerah perkebunan teh, Cikajang. Sebelum berangkat, kita wanti-wanti ama Alan (namanya) kalau Cikajang itu daerah dingin banget, jadi siap2 bawa jaket atau sweater.

Sampe di lokasi, dengan bingungnya Alan nanya... "What? This is cold?" sambil terus ganti kostum pake kaos dan celana pendek... sementara kita tetep pada pake jaket...

Kami lupa... kalau Canada punya winter... he he he
iprillia wrote on Sep 7, '05
di asrama mahasiswa Jülich pernah juga ada penelitian tentang itu.
Mbak, hasil penelitiannya veröffentlich nggak ya? Trus ada data ttg orang Indonesia ngga? Klo ada, tolong dibagi ke Ira ya.hehe Butuh buat bahan Mbak.

PDB itu singkatan Produk Domestik Bruto. Setuju sekali Mbak, kita memang kurang menyadari akan pentingnya hemat energi.

iprillia wrote on Sep 7, '05
matur nuwun...
Matur nuwun juga telah sharing. Memang beda negara beda kebiasaan ya Mbak.:)
iprillia wrote on Sep 7, '05
ehhh.. gimana yah rasanya enggak mandi beberapa hari..?
Disini kita jarang keringetan Mbak. Apalagi musim dingin. Yang bikin tersiksa ya kalo musim panas. Kayaknya pas musim panas, mereka tetep jarang mandi. Makanya harus siap dg berbagai macam bau.
iprillia wrote on Sep 7, '05
ctimel said
tapi kebiasaan mandi apa perlu kita rubah juga ya mbak ???
Mungkin mandinya liat musim ya. kalau Syifa anak saya juga nggak bisa terlalu sering mandi. Dulunya dia saya mandikan tiap hari. tapi kemudian kulitnya jadi kering banget dan gatal2. Saat periksa ke dokter saya dimarahi, karena mandiin anak tiap hari. Nggak bagus buat kulit katanya.
iprillia wrote on Sep 7, '05
Lha disini concern soal penghematan aja masih kurang..
Bener Mas. Disini orangnya lebih concern, termasuk pemerintah. Selain itu informasi juga nggak kalah penting. Disini, informasi ttg bgmn menghemat penggunaan pemanas, bgmn hemat air, dan hemat2 yang lain dg mudah kita dapatkan.
iprillia wrote on Sep 7, '05
Kami lupa... kalau Canada punya winter... he he he
Hehehehe, kita juga suka heran ama mereka2 itu. Sampai2 saat kita udah siap banget mendaki himalaya (baca : pake jaket tebel bgt), eh mereka cuma pake sweater ato jaket tipis. hehe
agungks wrote on Sep 7, '05
Artinya, orang Indonesia boros energi. Padahal, konsumsi energi energi Indonesia tergolong kecil.
maksutnya apa ya? kok kayaknya gak matching kalimatnya

Btw, pantesan kita gampang banget kena krisis energi . Di satu sisi manusianya boros, di sisi lain ada jg penimbun dan penyelundup sumber energi. Dan rasanya pemanfaatan energi alternatif jarang terdengar di media masa kita. Baru belakangan ini orang2 kampanye bio diesel.

Lagipula kita punya matahari, angin, dan ombak kayaknya belum diapa-apain tuh untuk sumber energi.
iprillia wrote on Sep 7, '05
agungks said
maksutnya apa ya? kok kayaknya gak matching kalimatnya
Maksudnya begini : meski konsumsi energi indonesia secara keseluruhan lebih kecil drpd negara2 lain, tp hasil perhitungan elastisitas dan intensitas energi energi di indonesia tinggi, yang artinya, orang indonesia boros energi.

Energi alternatif sendiri, menurut saya masih dalam tahap wacana. Belum banyak langkah2 konkrit untuk merealisasikan hal ini.
tianarief wrote on Sep 7, '05
agungks said
matahari, angin
sejauh ini sih, energi dari matahari dan angin sudah lama diterapkan (tanpa gembar-gembor), terutama pada keluarga tradisional (termasuk keluargaku).

matahari: untuk mengeringkan baju (di barat, pengering baju kan pake tenaga listrik?)
angin: untuk membikin adem, dg dikipas-kipas (di keluarga modern kan pake kipas angin listrik?). *sori masagung, jangan terlalu serius* :))
agungks wrote on Sep 7, '05
matahari: untuk mengeringkan baju (di barat, pengering baju kan pake tenaga listrik?)
angin: untuk membikin adem, dg dikipas-kipas (di keluarga modern kan pake kipas angin listrik?).
oallah...aku tadi sempat takjub je....ternyata he he he
ctimel wrote on Sep 7, '05
matahari: untuk mengeringkan baju (di barat, pengering baju kan pake tenaga listrik?)
angin: untuk membikin adem, dg dikipas-kipas (di keluarga modern kan pake kipas angin listrik?).
hehehheh.....bisa aja pak tian, susahnya pake energi ini kalo lagi mendung pak, baju gak kering2 neh :)))
iprillia wrote on Sep 7, '05
*sori masagung, jangan terlalu serius* :))
hehehehehhe. Bener, jadi refreshing otak nih Mas Tian.
tianarief wrote on Sep 7, '05
ctimel said
susahnya pake energi ini kalo lagi mendung pak, baju gak kering2 neh
berarti pake energi alternatif kedua: angin. bajunya dikipas-kipasin ampe kering (pegel, pegel dah ini tangan) =))
ctimel wrote on Sep 7, '05
(pegel, pegel dah ini tangan) =))
ini pemborosan lagi pak krn hrs sedia minyak gosok utk ngilangin pegel.....huehehehh
bundakirana wrote on Sep 7, '05
Ira, kalo kita ngontrak rumah di Iran, juga ada konflik ama si tuan rumah deh, tapi kebalikan: orang Indo yg hemat, org Iran yg boros. Suka sebel, kalo bayar gas kan dibagi sama rata, pdhl masaknya org Iran lama..banget, mreka mana ada ceplok telor dan bikin sayur bening kayak kita orang Indo? Kalo rebus ayam, kita kan sampai empuk secukupnya aja, lah mereka...ampe pisah tuh daging ama tulangnya!
cahayahati wrote on Sep 7, '05
Energi alternatif sendiri, menurut saya masih dalam tahap wacana. Belum banyak langkah2 konkrit untuk merealisasik
Kalau lihat Balai Besar Teknologi Energi BPPT di Serpong, akan lihat bahwa energi matahari sudah banyak pemanfaatannya. Hanya yaitu jauh dari pulau Jawa, karena memang pencanangan titik beratnya hanya untuk daerah-daerah jauh dari listrik.

Namun solar energi ini memang belum memiliki infrastruktur besar seperti di Jerman. Yang bisa menambah pasokan kebutuhan energi nasional. Angin seperti saya pernah sampaikan menurut data profesor saya kecil potensinya, ombak juga sudah ada sebenarnya penelitiannya, tapi sampai seberapa jauh apalagi menutupi kebutuhan nasional saya tidak terlalu yakin sudah dilakukan. Bisa masuk situs BPPT, labnya mungkin sekarang ada di Jogja.

Tentang penelitian di asrama Jülich, silakan cek di Solar Institut Jülich, FH Jülich. Menurut saya pasti ada Veröffenlichungnnya. Bisa lewat Bibliothek Universitas carinya ... Selamat mencari !!
kustiaz wrote on Sep 7, '05
bersepeda asik juga lho Mbak saat panas gini:)
ya...aku dah nyoba mbak...tapi setelah itu pegelnya naudzubillah...nggak bisa ngerjain apa2 malahan :(
mungkin krn dah lama nggak ngayuh becak :))
iprillia wrote on Sep 7, '05
Suka sebel, kalo bayar gas kan dibagi sama rata, pdhl masaknya org Iran lama..banget,
Lho, mbayar gas-nya juga dibagi sama rata untuk semua aprtemen di satu gedung ya Mbak? Nggak pake meteran?
iprillia wrote on Sep 7, '05
Tentang penelitian di asrama Jülich, silakan cek di Solar Institut Jülich, FH Jülich. Menurut saya pasti ada Veröffenlichungnnya. Bisa lewat Bibliothek Universitas carinya ... Selamat mencari !!
Makasih Mbak Anky. Penggunaan energi alternatif memang membutuhkan penelitian yang mendalam dan lama, dengan biaya yang tak sedikit, sebelum diterapkan secara luas. hal ini yang mungkin membuat pemerintah kita berpikir ulang untuk mengembangkan energi alternatif berskala besar.
cahayahati wrote on Sep 7, '05, edited on Sep 7, '05
Penggunaan energi alternatif
Yang sekarang orang energi baik di Jerman atau negara maju lain andalkan adalah Fuel Cell. Untuk transportasi menurut saya terutama lebih berpotensi.

Dari kompas malah pembangkit fuel cell 1 MW baru saja diresmikan di Sulawesi Utara, Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan kota http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=211834&kat_id=23. Sayangnya sang wartawan tampaknya tidak tahu soal energi .... :-((
lulukmaslachah wrote on Sep 13, '05
Makanya harus siap dg berbagai macam bau.
hehehe bau macmaapa aja Mbak yang udah mbak cium disana? :-D
vitasarasi wrote on Sep 14, '05
Assalaamu`alaykum wr.wb.
Mbak Ira, boleh saya link ya.. soalnya pengen bikin tulisan juga dikaitkan dengan islam, sepertinya sudah mendesak.

Walaupun sudah banyak disinggung, pengen nambahin sedikit tips buat RT
(http://www.esdm.go.id/beritalistrik.php?news_id=645)
Barangkali masyarakat harus diberi tahu tips2nya ya yang lebih operasional...

Wassalam

Berikut ini disajikan tips hemat energi untuk rumah tangga

Lampu Penerangan
1. Pilihlah lampu yang tepat daya dan ukuran sesuai dengan kebutuhan.
2. Pemanfaatan cahaya alami yang optimal .
3. Lampu dan rumah lampu dijaga selalu bersih.
4. Pilihlah lampu hemat energi .
5. Sesuaikan jumlah titik dan daya (Watt ).
6. Bila tersedia, gunakan listrik tenaga surya terutama untuk penerangan luar/ lampu taman.

Lemari Es

1. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya.
2. Jangan masukan makanan dan minuman yang masih panas kedalam kedalam lemari es.
3. Jauhkan lemari es dari sumber panas.
4. Isilah lemari es secukupnya.
5. Bersihkan kondensor secara teratur.

AC (Air Conditioning)
1. Matikan AC bila ruangan tidak digunakan .
2. Atur suhu ruangan sesuai keperluan.
3. Hindari kebocoran udara luar.
4. Pakailah timer switch untuk mengatur pemakaian sesuai kebutuhan.

Alat Pemanas

Hindarilah penggunanan alat pemanas listrik kecuali seterika, namun bila terpaksa perhatikanlah hal-hal berikut :

1. Penggunaan alat pemanas hanya pada saat betul-betul diperlukan
2. Pemanas air dengan LPG jauh lebih hemat energi.
3. Gunakan pemanas air tenaga surya yang bebas biaya energi.
4. Gunakan peralatan pada siang hari.
5. Pilihlah sesuai dengan ukuran yang diperlukan.
6. Bersihkan kantong debu segera setelah digunakan.

Mesin Cuci Listrik

1. Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya, isi air sesuai petunjuk.
2. Hindari penggunanan pengering listrik, gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami.

Seterika Listrik

1. Bersihkan bagian bawah seterika dari kerak/kotoran.
2. Gunakan seterika otomatis karena lebih hemat listrik.
3. Atur seterika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.

Mesin Pompa Air

1. Gunakan penampung air dan otomatis dalam bak sehingga aliran listrik akan terputus/ pompa berhenti bekerja jika bak sudah penuh.
2. Gunakan air jika secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran atau pipa.

Alat Memasak

Bila memasak dengan menggunakan peralatan listrik, masaklah sesuai kebutuhan untuk sekali makan. Hindari penggunaan penghangat nasi

1. Gunakan kompor minyak tanah/ tungku kayu yang hemat energi.
2. Gunakan tungku briket batubara jika tersedia.
3. Manfaatkan kompor tenaga surya yang bebas biaya energi.
4. Hati-hati dalam membersihkan peralatan dapur yang menggunakan peralatan listrik.
5. Hindari pencucian dengan air, Contohnya blender, yang dicuci dengan air cukup mangkok dan garpu kocok (mixer).

Selamat Berhermat Energi. Jangan lupa kurangi pemakaian lampu 2 x 25 MW pada pukul 17.00-22.00.
iprillia wrote on Sep 14, '05
Waalaikumsalam wrwb,

Silahkan di link Mbak.:)

Wassalam
ciput wrote on Sep 14, '05
Sebelum naruh reply, saya baca satu per satu dulu, yes! ternyata ada yg keliwat belum dibahas:

Di Inggris dan Amerika (ga tau di Jerman/Eropa), yg namanya pemakaian listrik ternyata tidak dibatasi alias ga pakai sekring yg bikin njepret mati kalau kelebihan pemakaian. Jadi prinsipnya you pay what you use. Herannya, orang2 Inggris dan Amrik malah irit makainya (mis. lampu rumah ga semua dinyalain kec. diperlukan). Tapi jangan tanya kalau sudah menjelang Natal, lampu pohon Natal dipasang keliling rumah bo... sampai2 istri saya (sewaktu tinggal di AS) pernah geleng2 kepala liatnya, dia bilang "Wah kalau di Indonesia mah satu RT langsung pet... mati lampu begitu itu lampu dinyalain". He3x.
ciput wrote on Sep 14, '05, edited on Sep 14, '05
Energi alternatif sendiri, menurut saya masih dalam tahap wacana
Ini maksudnya di Indonesia ya Mba? Sebab kalau di Eropa (Inggris dan Belanda) yang namanya windfarm (kebun angin?? :-D) sudah bertebaran di sepanjang pantai Laut Utara. Sebab memang angin disini kencang dan relatif kontinu ketimbang di Indonesia yg sering ga ada angin sama sekali meski di tengah laut sekalipun (inii serius lho, namanya juga nelayan), terutama musim timur.

Lalu energi ombak/pasang surut, saya dulu ngetawain kalau mau diterapin di Indonesia karena interval gap antara pasang tinggi dan pasang rendah cuma 2 m, dan itu ga cukup u/ nggerakin turbin. Ga taunya pas saya praktikum oseanografi disini, gila ternyata intervalnya bisa minimal 4 m. Apalagi di Scandinavia katanya bisa 12 m di dalam fjord2, pantesan...
seroja wrote on Sep 14, '05
Hallo mbak ,.salam kenal ya,..ikutan nimbrung boleh ya,..

Dari tabel diatas, kayaknya jepang plg hemat ya?. Saya juga suka terpesona sama cara-cara mereka berhemat. Mulai dari cara ngumpulin sampah, sampe menghemat air. Air bekas mandi berendam disedot atau diangkut pake ember untuk dipake air cucian di mesin cuci, lumayan bisa ngirit lebih dari 40 literan!.Baju jarang yg disetrika, cukup pake pelembut ketika nyuci baju dan dirapihkan ketika akan dijemur.

Soal hemat energi ini sepertinya juga dipengaruhi kultur. Ada teman yg begitu persis dg gaya hemat jepang, malah jadinya terkesan begitu perhitungan dan agak pelit bagi para teman-temn ina lainnya. Padahal bisa jadi di massa jepang hal tersebut adalah lumrah.
Seperti soal menyajikan makanan bagi tamu. Kebiasaan kita bila ada pertemuan dan kunjungan tamu ke rumah maka kita akan menyiapkan makanan dengan sebaik dan selengkap mungkin, lha kalo org jepang mah mendingan diajak ke restoran dan bayar masing-masing. Tamu cukup di depan pintu aja,..dll,..

Oya satu lagi,..kita memang harus berhemat dan tidak boleh boros(mubazir), tapi tidak jatuh ke sifat pelit heheehehe,..

ciput wrote on Sep 14, '05
Pengalaman selama di Inggris, saya mandi cukup maksimal sehari sekali bukan karena alasan mau sok ngirit, tapi dingiiiiin. Sebab kalau mandi pun selalu pakai hot shower, jadi ya ga ngirit dunk. Pernah dicoba ga mandi beberapa hari, kok rambut rasanya tebel beneer. Hi3x. Kalau orang Inggris, mah jarang mandi, mereka mandinya mandi parfum. He3x...
agamtia wrote on Sep 14, '05
setuju mba...kita memang harus irit energi.soalnya aku pernah dimarahin waktu homestay di NZ, sama house mother ku. gara2 lupa matiin heater tiap pagi. padahal wktu itu NZ sedang kekurangan pasokan energi dikarenakan dam PLTA-nya kekeringan.airnya menyusut.
wuah...bener2 baru issue saja, strictnya m inta ampun. dari penggunaan listrik, air, sampai heater.
dari situ belajar deh untuk tidak melakukan pemborosan energi....

tia
evimeinar wrote on Sep 14, '05
lehhh.. gimana yah rasanya enggak mandi beberapa hari..? sehari mandi cuman sekali waktu di surabaya aja rasanya udah gerahh semua.. seperti udah beberapa hari.. Btw mungkin pengaruh iklim dan cuaca di sana yah Mbak..?
lah kalo kerja bernagkat kerja berarti mereka tidak mandi dong...:-p hikkss bau... :-D
masalahnya beda mbak, kalo disini keseringan mandi bukannnya bersih kulit malah kering banget. masalahnya selama disini saya jarang berkeringat kecuali kalo lagi olahraga. karena disini humiditynya juga rendah.
iprillia wrote on Sep 14, '05
ciput said
Di Inggris dan Amerika (ga tau di Jerman/Eropa), yg namanya pemakaian listrik ternyata tidak dibatasi alias ga pakai sekring yg bikin njepret mati kalau kelebihan pemakaian.
Aku juga nggak tahu Mas dibatasi apa nggak pemakaian listrik disini. Cuma, pengalaman sih nggak pernah sampe pet, meski make alat2 listrik yag watt-nya gede2.
iprillia wrote on Sep 14, '05
ciput said
Ini maksudnya di Indonesia ya Mba?
Iya Mas, pemerintah kita seperti masih mikir klo mau memanfaatkan energi alternatif skala besar. Beberapa hari yang lalu aku langsung ilfil membaca komentar ketua DPR RI : Orang indonesia nggak perlu kuatir kekurangan energi, karena kita masih punya banyak energi alternatif yang bisa dikembangkan.

Masalahnya kan untuk mengembangkan itu juga perlu investasi, terutama penelitian, yang dananya nggak sedikit.
iprillia wrote on Sep 14, '05
seroja said
Soal hemat energi ini sepertinya juga dipengaruhi kultur.
Setuju Mbak. Klo orang Jerma, soal makanan sukanya yang praktis-praktis aja. Salam kenal juga.
iprillia wrote on Sep 14, '05
ciput said
dingiiiiin
Bener Mas. Apalagi klo musim dingin.Brrrrrrrrr.
iprillia wrote on Sep 14, '05
agamtia said
wuah...bener2 baru issue saja, strictnya m inta ampun. dari penggunaan listrik, air, sampai heater.
dari situ belajar deh untuk tidak melakukan pemborosan energi....
Hehhehehe, sama, soalnya sempat puyeng bayar biaya tambahan, makanya hemat energi sebisa mungkin.
iprillia wrote on Sep 14, '05
keseringan mandi bukannnya bersih kulit malah kering banget.
Benar sekali.:)
laurakhalida wrote on Sep 15, '05
jadi... gimana nih kebiasaan mandi ala indonesianya? wah kalo saya tingal di sana, bakalan diusir induk semang pula kayaknya he he he... tapi orang jerman sendiri nggak mandi berhari-hari...,smelly nggak sih?
evimeinar wrote on Sep 15, '05
api orang jerman sendiri nggak mandi berhari-hari...,smelly nggak sih?
kayaknya gak tuh mbak. khan dingin udah gitu gak keringetan dan humiditynya juga rendah....
iprillia wrote on Sep 15, '05
tapi orang jerman sendiri nggak mandi berhari-hari...,smelly nggak sih?
Biasanya klo musim panas Mbak, bau juga Mbak. Karena jadi sering keringetan. Saya sering pusing nyium bau2 yang kayak gini saat naik kendaraan umum di musim panas. :)
evimeinar wrote on Sep 15, '05
klo musim panas Mbak,
emang musim panasnya sampe berapa derajat mbak?
iprillia wrote on Sep 15, '05, edited on Sep 15, '05
emang musim panasnya sampe berapa derajat mbak?
klo lagi panas2nya bisa sampai 40 derajat Mbak. Ato paling nggak sekitar 30-an.
evimeinar wrote on Sep 15, '05
klo lagi panas2nya bisa sampai 40 derajat Mbak. Ato paling nggak sekitar 30-an.
ampunnnn....kelembabannyaberapa mbak? disini aja pas summer pas lagi 29 derajat aku udah kerasa kepanasan gr2 tkt kelembabannya rendah.
iprillia wrote on Sep 15, '05
kelembabannyaberapa mbak?
Nggak tahu pasti aku yg ini. Cuma di tempat tinggalku (bagian utara Jerman) berasanya lebih lembab (dekat laut) daripada di daerah selatan. Sebelum tinggal di utara sini, aku pernah tinggal di selatan 1,5 tahun. Berasa bedanya, karena disini aku merasa sering keringetan. :)
laurakhalida wrote on Sep 18, '05
Jadi inget waktu dulu kedatengan tamu dari Canada, trus ama nyokap mau diajak ke daerah perkebunan teh, Cikajang. Sebelum berangkat, kita wanti-wanti ama Alan (namanya) kalau Cikajang itu daerah dingin banget, jadi siap2 bawa jaket atau sweater.

Sampe di lokasi, dengan bingungnya Alan nanya... "What? This is cold?" sambil terus ganti kostum pake kaos dan celana pendek... sementara kita tetep pada pake jaket...

Kami lupa... kalau Canada punya winter... he he he
saya dulu pernah ketamuan turis prancis dan anaknya, nginap di rumah. emang sih dia malah kepanasan di rumah kita he he he... but saya salut ama mereka, ngebis ke mana-mana nggak masalah, makan juga terima apa adanya. kita aja yang merasa bersalah kalo nggak bisa menservis dia dengan baik. tapi tipe backpacker kayak mereka mungkin emang nyari yang apa adanya itu ya, mereka udah siap mental. namanya Pascalin Jouis, seorang guru, cuti enam bulan, bersama anaknya yang masih SD. jadi tiap malam dia ngajarin anaknya. lucunya... bilang handuk itu serbet he he he
laurakhalida wrote on Sep 18, '05
kayaknya gak tuh mbak. khan dingin udah gitu gak keringetan dan humiditynya juga rendah....
iya sih... jadi inget waktu aku ikut homestay di aussie. kebetulan lagi winter juga meski nggak bersalju. saya emang nggak keringatan, tapi tetep mandi, biasanya sepulang aktivitas. but... kayaknya host parent saya tetep mandi tuh tiap hari, apa karena menghormati kita ya???
leontiev wrote on Oct 11, '05
menarik ya tulisannya ira.
setahu saya, pemakaian energi, juga pemborosan energi, yang lebih mengakhawatirkan sebenarnya bukan di rumah tangga, tapi justru di industri. dan negara-negara maju (juga orang-orang di negara maju), termasuk jerman, terkenal dengan pemboros energi nomor paling top di sektor industri.
tapi saya setuju kok, kalau orang-2 indonesia harus juga membiasakan diri untuk lebih hemat energi, disegala hal, rumah tangga, industri, dll ...
kenxxx wrote on Apr 13, '06
Mbak Ira,
saya mau donk kalau ada perhitungan biaya listrik per satuan alat elektronik
semisal pompa air
listrik di rumah 4400 Watt, biaya Rp460/Kwh
Daya pompa air 500 Watt menyala selama 1 jam
berapa yg harus dibayar? tolong perhitungannya ya

Terimakasih
Harry
dja.hwijaya@cma-cgm.com
arkadon wrote on Aug 8, '06
mba, bisa ajarin aku cari homestay di jerman gak..., aku berencana kuliah disana..., tapi klo gak ada homestay ortu ku gak kuat bayar biaya hidup katanya....

mohon bantuannya...

best regards


syarif
richy_arkad@yahoo.com
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.