Irawati (iprillia.multiply.com)

Blog EntryWelcome to The JungleJun 13, '05 7:38 AM
for everyone
'I will try a new adventure in jungle' demikian tulis salah seorang teman semasa SMA saya di message. Teman saya ini bulan depan akan kembali ke indonesia setelah sekitar 6 tahun belajar di Amerika. Dia berencana membuka usaha sambil bekerja di Indonesia. Katanya, dia sudah bosan hidup di Amerika dan mencari tantangan baru di tanah air. Saat dia mengutarakan keinginan untuk pulang ke tanah air beberapa bulan sebelumnya, memang  saat itu saya yang mengatakan dengan nada guyon, 'Welcomeback to the jungle'. Dia hanya tertawa saja saat mendengarnya. Itu juga yang dikatakan teman saya yang lain, ketika kembali ke indonesia, 'I will go back to the jungle.' Saya yakin, dia tidak bersungguh-sungguh saat itu.

Saya sendirijuga  yakin, bahwa Indonesia sebenarnya
'not that wild,  like a real jungle'' lah. Karena menurut pengalaman, beberapa teman bahkan jauh lebih sukses ketika kembali ke tanah air. Namun, istilah jungle, mungkin ada benarnya juga jika melihat kondisi di tanah air. Rasa-rasanya banyak sekali peristiwa yang menunjukkan pada kita, bahwa yang kuatlah yang akan menang. Hukum yang berlaku mirip hukum rimba. Yang berduit, dialah yang berkuasa. Yang kaya berhura-hura, menghamburkan uangnya, sedangkan kaum miskin papa, berkutat menyelesaikan permasalahannya sendiri. Belum lagi masalah ketidakteraturan disana-sini. Di jalanan, orang seenaknya sendiri. Ngurus apa-apa, birokrasi mbuletnya minta ampun.

Kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studi di luar negeri merupakan pilihan yang mulia dan sangat patut untuk dihargai. Bagaimana tidak, dengan adanya kemungkinan  untuk bekerja di luar negeri dengan gaji yang jauh lebih tinggi, eh malah memilih mengamalkan ilmu di negeri sendiri. Ditambah lagi kenyamanan dan keteraturan hidup.

Indonesia sendiri sebenarnya merupakan salah satu negara  yang mengalami  'brain  drain'  yang cukup parah, akibat banyak  tenaga ahlinya  yang  tidak mau kembali  untuk bekerja di indonesia. Namun indonesia masih memiliki berjuta potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Berbeda dengan negara-negara maju yang cenderung statis perkembangannya.


Akhirnya saya, cuma bisa berdoa untuk teman saya, semoga sukses membangun tanah air tercinta. Sehingga nantinya, jika ada yang akan kembali ke tanah air, yang terucap adalah,  'Welcome to paradise!' Amin. Terlalu muluk nggak ya impian ini?


33 CommentsChronological   Reverse   Threaded
helvytr wrote on Jun 13, '05

Sedih Mbak, banyak temanku yang pintar banget, tapi akhirnya kerjanya ya di LN juga ;(. Abis memang fasilitas yang ditawarkan oke banget kali ya dibandingkan penghargaan di dalam negeri....

Ya semoga suatu saat terjadi ya Mbak...welcome to paradise-itu saat mereka kembali ;)). Amiin
sophiazahra wrote on Jun 13, '05
Akhirnya saya, cuma bisa berdoa untuk teman saya, semoga sukses membangun tanah air tercinta.
sukses juga buat temannya mba....

iniaku wrote on Jun 13, '05
Terlalu muluk nggak ya impian ini?
insha Allah gak ra...
ayo sama2 membangun tanah air tercinta dan menjadikannya surga buat kita
:)
iprillia wrote on Jun 13, '05
helvytr said
Ya semoga suatu saat terjadi ya Mbak...welcome to paradise-itu saat mereka kembali ;)). Amiin
Amin. Terima kasih Mbak Helvy.
iprillia wrote on Jun 13, '05
sukses juga buat temannya mba..
Thanks, insyaallah saya sampaikan.
iprillia wrote on Jun 13, '05
iniaku said
insha Allah gak ra...
ayo sama2 membangun tanah air tercinta dan menjadikannya surga buat kita
:)
Ah kalau saja smua orang seoptimis dirimu, Fa!
iniaku wrote on Jun 13, '05
Ah kalau saja smua orang seoptimis dirimu, Fa!
kan belajar dari Ira juga :)
iprillia wrote on Jun 13, '05, edited on Jun 13, '05
iniaku said
kan belajar dari Ira juga :)
Wah, tersanjung nih diriku Fa.:)
latief wrote on Jun 13, '05
Di jalanan, orang seenaknya sendiri
Potret sebuah bangsa adalah lalulintasnya, kata orang bijak. Nah, di tanah air tercinta, "kebon binatang" ada di jalanan dalam bentuk umpatan. Wajarlah, welcome to the jungle hehe
surya23 wrote on Jun 13, '05
Sedih sekali mendengar nada satir "welcome to the jungle...". Sudah seburuk itukah Indonesia bahkan dimata kita sendiri, yang notabene dilahirkan di negeri ibu pertiwi ini?

Tapi apa daya, Indonesia, yg dulunya diibaratkan 'paradise', kini memang sudah menjadi 'jungle'.

Namun tak bijak kalo kita terus2an bersikap skeptis. mari kita bangun citra Indonesia yang lebih baik. Kalo pemerintah tak bisa, kita bisa !! Yang berada diluar negeri seperti Mbak dan beberapa teman yang lain adalah duta bagi negeri ini! Selamat berjuang...
iprillia wrote on Jun 13, '05, edited on Jun 13, '05
latief said
Potret sebuah bangsa adalah lalulintasnya, kata orang bijak. Nah, di tanah air tercinta, "kebon binatang" ada di jalanan dalam bentuk umpatan. Wajarlah, welcome to the jungle hehe
Pulang ke tanah air, di minggu2 awal, saya selalu stress kalau sedang berada di jalanan. Kadang-kadang malah jadi paranoid. Mau nyebrang jalan, mesti super hati-hati. Naik kendaraan umum, deg-degan, karena sopir ugal-ugalan atau khawatir kecopetan.
iprillia wrote on Jun 13, '05
surya23 said
Namun tak bijak kalo kita terus2an bersikap skeptis. mari kita bangun citra Indonesia yang lebih baik. Kalo pemerintah tak bisa, kita bisa !! Yang berada diluar negeri seperti Mbak dan beberapa teman yang lain adalah duta bagi negeri ini! Selamat berjuang...
Terus terang banyak sekali yang pesimis kalau tidak mau dibilang putus asa terhadap indonesia. Sepertinya lebih banyak yang pesimis daripada yang optimis. :(
herwina wrote on Jun 13, '05, edited on Jun 13, '05
Seringnya "the jungle" mengimajinasikan kealamian, kemisteriusan, bahaya tak terduga, kekayaan luarbiasa, tapi juga daya tarik tersendiri, etc. Bagi yang menyukai kehidupan yang penuh tantangan dan perjuangan, bukankah malah dicari dan dirindukan?
deeyand wrote on Jun 14, '05
Welcome to Paradise? Amiiin. Semoga ya Mbak Ira, apa sih yang gak mungkin, asal ada tekad perubahan dari anak bangsa ini. Seneng kalo ada yang mau balik mudik padahal kenyamanan sudah begitu dirasakan di negeri orang. Mulia memang, sama mulianya dengan orang2 yang tetap di negeri ini untuk memperbaiki negeri dari keterpurukan yang begitu parah. Bahkan rela mengorbankan banyak hal, dari materi hingga batin untuk berjibaku, berkhidmat pada umat. Masih, masih banyak orang2 spt itu di negri ini, yang memiliki moral teguh, meski godaan begitu menghantam, dan... orang2 ini butuh bantuan, uluran tangan dari teman2 berbakat, cerdas yang mendapat kesempatan belajar di luar untuk bergabung bersama, mengangkat negeri ini dari keterpurukan. Kalo bukan kita, siapa lagi? (kayak iklan :D).
iprillia wrote on Jun 14, '05
herwina said
Seringnya "the jungle" mengimajinasikan kealamian, kemisteriusan, bahaya tak terduga, kekayaan luarbiasa, tapi juga daya tarik tersendiri, etc. Bagi yang menyukai kehidupan yang penuh tantangan dan perjuangan, bukankah malah dicari dan dirindukan?
Benar juga yah. Thanks for appreciating.
iprillia wrote on Jun 14, '05
deeyand said
Kalo bukan kita, siapa lagi? (kayak iklan :D).
Benar sekali Mbak. Terima kasih, supportnya.
imazahra wrote on Jun 14, '05, edited on Jun 14, '05
herwina said
Seringnya "the jungle" mengimajinasikan kealamian, kemisteriusan, bahaya tak terduga, kekayaan luarbiasa, tapi juga daya tarik tersendiri, etc. Bagi yang menyukai kehidupan yang penuh tantangan dan perjuangan, bukankah malah dicari dan dirindukan?
Setuju banget mba...

Buat saya, memilih kembali atau tidak, adalah sebuah pilihan hidup. Dibelakangnya ada ribuan alasan. Sebuah contoh:

Si X memiliki adek banyak, kesulitan ekonomi yang melilit2 dan sejak kuliah di LN sudah rutin mengirimkan uang (dg cara menyisihkan scholarship yg didapat dan bekerja jd cleaner) ke rumah demi kemaslahatan dan keberlangsungan hidup yg layak utk keluarga di Indonesia, maka si A memiliki alasan yg kuat utk bertahan hidup di LN. Berarti tinggalnya di LN adl berkah bagi keluarganya dan membantu negara juga pada akhirnya.

Sudah bukan rahasia lagi, jika ingin kaya di Indonesia dg cara mudah, kita harus 'sikut dan rebut' yg bukan haknya! Sementara di LN kerja sbg cleaner 15 jam perminggu saja mampu menghasilkan uang 5jt-an. Jumlah yg tak sedikit dan halal!!!

So, tidak tepat lagi jika kita menghakimi pilihan org2 Indonesia yg memilih menetap di LN (jujur saja sikap ini dulu pernah saya ambil!).
Malah, beberapa teman yg sudah resident disini mendirikan fundrising yg dikhususkan utk membantu saudara2 muslim tertindas di Ambon, Poso, Maluku, Aceh dll.

Bukan main hasilnya jika warga Indo yg di LN tetap bergiat demi Indo dg banyak cara.

Apalagi Allah pernah mengingatkan "Ardhallaahu waasi'un, fantasyiruu fil ardhi wabtaghuu min fadlillaahi... dst" (al Ayat). "Sungguh bumi Allah itu luas, bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah (rizki) dari sisi Allah..."
1 ayat diatas kalo dikaji tafsirnya amat sangat menarik pemaknaannya.

Mari belajar :-)
iprillia wrote on Jun 14, '05
Terima kasih Mbak Ima. Memang setiap pilihan ada latar belakang. Dan apapun latar belakangnya, sebaikanya memang tak hanya baik untuk diri sendiri, namun juga untuk orang banyak. Sekai lagi terima kasih Mbak Ima.
bundakirana wrote on Jun 15, '05
Apalagi Allah pernah mengingatkan "Ardhallaahu waasi'un, fantasyiruu fil ardhi wabtaghuu min fadlillaahi... dst" (al Ayat). "Sungguh bumi Allah itu luas, bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah (rizki) dari sisi Allah..."
1
Waduh...jadi saya harus pulang kampung (niatnya sih, setahun lagi)...atau tetap kerja di Iran yah....?!
beranda wrote on Jun 15, '05
gAK SAY...
bukankah semuanya dimulai dari mimpi...
Kita sama-sama berdoa semoga paradise itu bener2 terwujud.. Masalah kapan...??Wallahu alam
iprillia wrote on Jun 15, '05
Waduh...jadi saya harus pulang kampung (niatnya sih, setahun lagi)...atau tetap kerja di Iran yah....?!
Ira pikir, Mbak Dina sudah residence nih di Iran.
imazahra wrote on Jun 15, '05
atau tetap kerja di Iran yah....?!
He he he he, terserah Uni aja, mana yang lebih manfaat saja untuk ummat :-) InsyaAllah semuanya baik :-)
bundakirana wrote on Jun 15, '05
Ira pikir, Mbak Dina sudah residence nih di Iran.
Jadi residence di Iran? Waw... hampir gak mungkin deh. Kalo prp nikah sama laki2 Iran, baru bisa. Atau ada keturunan Iran (misalnya, kakek nenek duluuu...berasal dr Iran). Tapi, saya sih gak minat sama sekali ...
I love Indonesia dgn segala ke-jungle-annya, hehehe.
bundakirana wrote on Jun 15, '05, edited on Jun 15, '05
He he he he, terserah Uni aja, mana yang lebih manfaat saja untuk ummat :-) InsyaAllah semuanya baik :-)
Subhaanallah, Ima ini emang bijaksana. Padahal saya kan sedang mikir, mana yang terbaik demi kepentingan kantong...hehehehe....
iprillia wrote on Jun 15, '05
beranda said
gAK SAY...
bukankah semuanya dimulai dari mimpi...
Kita sama-sama berdoa semoga paradise itu bener2 terwujud.. Masalah kapan...??Wallahu alam
Semoga ya Mbak. Karena indonesia itu SDA kaya banget.
imazahra wrote on Jun 15, '05
mana yang terbaik demi kepentingan kantong
Wadoh, Uni ini jangan gitu ah, jadi pingin malu, he he he... Alasannya kan sudah saya ungkap panjang lebar dibawah (Maaf ya Mba Ira, aku ky buat journal baru :-( Maaf banget...

Soal mana yg terbaik demi kepentingan kantong juga penting lo! Kan Nabi berpesan, 'Al yadul 'ulya khairun minal yadil as-suflaa' (tangan yg diatas lebih baik dari yg dibawah).

Umat kita lemah dalam segala hal, kita yg berpeluang dan berkesempatan, harus menggunakan sebaik2 mgk kesempatan2 ini. Saya fikir ini jihad modern kita, insyaAllah...
iprillia wrote on Jun 15, '05
Wadoh, Uni ini jangan gitu ah, jadi pingin malu, he he he... Alasannya kan sudah saya ungkap panjang lebar dibawah (Maaf ya Mba Ira, aku ky buat journal baru :-( Maaf banget...
Gak apa2 kok Mbak Ima. Namanya juga tempat sharing dan sama2 belajar. Kalau ada manaatnya, malah semakin bagus, toh.:)
ctimel wrote on Jun 17, '05
Indonesiaku....adalah tetap indonesiaku, dengan segala keindahan yang dikenal atau dengan segala kejelekan (KKN cs, peledakan bom, de-el-el) belum lagi ditambah kasus korupsi "dana haji" yang notabene-nya adalah dana yang digunakan untuk beribadah. Kita tidak bisa merubah takdir bahwa kita bukan dilahirkan di Indonesia atau kita juga tidak bisa merubah garis bahwa darah yang mengalir adalah bukan darah Indonesia. Ini semua adalah tantangan bagi kita untuk merubah 'jungle' menjadi 'paradise'. Bukan hanya tugas sebagian warga tapi seluruh warga. Dan perjuangan sebaiknya diniatkan karena Allah swt :)
Never give up, let's keep fighting!
bundakirana wrote on Jun 18, '05
Soal mana yg terbaik demi kepentingan kantong juga penting lo! Kan Nabi berpesan, 'Al yadul 'ulya khairun minal yadil as-suflaa' (tangan yg diatas lebih baik dari yg dibawah).
Iya setuju...
Tapi, setelah saya pikir2 lagi, idealisme juga penting. Misalnya, saya pernah baca di Gatra.com, banyak insinyur Indonesia mantan IPTN yg skrg kerja di luar negeri dgn gaji super besar, ternyata tetap ingin kembali ke Indo untuk membuat pesawat sendiri di negeri sendiri. (Mrk konon siap dapat gaji jauh lebih rendah di Indo).
Sepertinya, ya kata Ima tadi, tergantung kita masing2. Kita yang lebih tahu, kemampuan kita lebih bermanfaat di mana, di Indo atau di LN ...dan duit tidak boleh selalu jadi ukuran. Indonesia kan bumi Allah juga. Iya kan?
iprillia wrote on Jun 18, '05
ctimel said
Never give up, let's keep fighting!
Insyaallah.
imazahra wrote on Jun 20, '05
dan duit tidak boleh selalu jadi ukuran. Indonesia kan bumi Allah juga. Iya kan?
Setuju juga ^__^
iprillia wrote on Jun 21, '05
Sepertinya, ya kata Ima tadi, tergantung kita masing2. Kita yang lebih tahu, kemampuan kita lebih bermanfaat di mana, di Indo atau di LN ...dan duit tidak boleh selalu jadi ukuran. Indonesia kan bumi Allah juga. Iya kan?
Benar. Sepertinya ini cocok jadi kesimpulan diskusi kita yah:) Terima kasih Mbak Dina.
wewel wrote on Jul 6, '05
Well, nggak ada salahnya bagi mereka yang menyebut 'jungle', tapi didalam sebuah jungle dapat kita temui bermacam pesona yang kadang tidak kita duga.

I hope so, Saya yakin dalam Indonesia yang seperti saat ini (se rusak apa sih ?), kita punya pesona yang bisa menjadi kebanggaan.

Apakah rekan-rekan saya yang saat ini menimba ilmu di luar negeri dan berniat membangun tanah airnya adalah salah satu pesona itu ?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.