Hampir
tiada hari yang saya lewatkan tanpa membaca surat kabar online. Tak kurang 7
surat kabar (Republika, Jawapos, Kompas, Stern, der Spiegel, die Zeit, dan
Nordsee-Zeitung) berbahasa indonesia maupun jerman saya baca setiap harinya.
Membacanya sudah menjadi kebutuhan bagi saya. Memang tidak semua berita saya
baca, melainkan headline atau berita-berita lain yang menarik hati. Sekedar
melepas rasa ingin tahu saja. Sejak sekitar seminggu ini, saya menemukan sebuah
tabloid mingguan versi online menarik bernama die Zeit. Die Zeit sendiri
berarti time atau waktu. Mungkin versi lain majalah Times. Beberapa tahun yang
lalu saya beberapa kali membaca die Zeit versi cetak hasil pinjaman dari
seorang teman yang berlangganan. Isi die Zeit bagi saya sangat menarik. Membacanya
selalu mendapat hal-hal baru yang mencerahkan. Tabloid ini isinya lumayan
serius dan sarat pengetahuan, jadi membaca versi cetaknya membutuhkan energi
yang sangat besar, terutama karena masih banyak kata-kata dalam bahasa jerman
yang belum saya mengerti. Dalam satu terbitannya die Zeit memuat banyak sekali
topik. Mulai topik politik, ekonomi, sosial budaya, travelling, ilmu
pengetahuan dan beberapa topik lainnya. Edisi cetaknya cukup tebal. Nah, hal
menarik yang saya temukan di die Zeit versi online adalah bahwa dia memiliki
weblog alias blog.
Mengapa
weblog-nya menarik bagi saya? Karena
blog di surat kabar bagi saya merupakan fenomena
tersendiri. Baru kali ini saya mengetahui ada weblog di surat kabar.
Weblog-nya
sendiri menjadi semacam surat kabar dalam surat kabar. Redaktur mereka
bekerja
sama dengan blogg.de menawarkan berita, tulisan, catatan, dalam
bentuk
blog. Jadi kita membaca berita seperti membaca blog, dan bisa langsung
memberi
komentar. Komunikasi antar penulis dan pembaca menjadi 2 arah, berbeda
dengan
surat kabar online konvensional. Ragam isi dan topiknya pun tak jauh
berbeda. Memang tak sebanyak topik di surat kabar online biasa.
Topiknya antara lain topik umum, politik, ekonomi, pengetahuan, budaya,
travelling, gaya hidup, dan journalisme. Lumayan banyak kan?
Di topik umum ada blogger salon
yang memuat berita-berita dari redaktur langsung.
Fundsachen berisikan, berisi tentang penemuan-penemuan
/kejadian-kejadian unik yang dialami redaksi. Dalam topik
politik ada 2 blogger, berjudul Beruf Terrorist oleh seorang ahli hukum, dan Im Moloch Kairo,
oleh seorang mahasiswi jerman yang menceritakan kehidupan
sehari-seharinya di Kairo. Ada Geldseligkeiten di blog tentang ekonomi, membahas tentang keuangan. Ada 2 blog mengenai ilmu pengetahuan, yaitu Megawatt dan Zeitwissen:log. Ada pula Music und so dalam blog tentang budaya. Transamerica, tentang satu keluarga jerman yang berkeliling amerika dengan menggunakan caravan, dlam blog bertemakan travelling. Ada pula beberapa blogger bertemakan gaya hidup dan jurnalisme. Blogger-blogger
ini rata-rata merupakan orang yang memang ahli di bidangnya. Di weblog di Zeit juga
dicantumkan link-link ke blog lainnya yang dianggap menarik dan relevan
dengan topik yang dibahas. Satu lagi yang menarik di weblog adalah
bahwa ternyata tiap tahun mereka mengadakan kompetisi untuk menentukan
blog-blog berbahasa jerman terbaik, yang dinamai Preisbloggen. Yang dinilai adalah desain blog, isi yang menarik sesuai dengan keahlian blogger.
Adanya
weblog di surat kabar ini bagi saya membuka era baru bagi para
blogger. Kini blogger mesti dipandang lebih serius,
tidak hanya sebagai pengisi buka harian di internet saja.
Bisa saja, berkembangnya jumlah para blogger ini memicu
berkembangnya freelance online journalist,
sehingga suatu saat nanti blogger diakui sebagai
profesi di dunia nyata, so bukan sekedar hobi lagi. Menurut saya,
hal ini bukan suatu kemustahilan karena meskipun pengguna internet di
indonesia masih berkisar 3,6 % (data tahun 2004), namun pertumbuhan
pengguna internet dunia sebesar 144 % lebih per tahun menjadikan saya
lebih optimis.:)
Vivat Blogging! Vivat Blogger!
 | informatif banget nih, makasih ya... oya, berarti saya ini sdh bisa diistilahin sbg blogger dong? hehehe... perasaan br kemarin ikutan MP |
 | Saya sudah buka weblog die zeit...terus terang baru sekarang ngeliat yg kayak ginian :(
Kira2 ada gak ya weblog serupa yg bahasa inggris ^_^ |
 | "Freelance online journalist" di Jerman gimana? Apa sdh masuk profesi atau paling tdk banyak yg menyebut dirinya spt itu? thx |
 | wah berarti nggak jauh ya, Iran-Jerman, kayak Jkt-Irian, hehehe... nggak masak buat makan siang nih... jangan2 keasikan nge-MP nih, sampe lupa masak |
 | Kira2 ada gak ya weblog serupa yg bahasa inggris ^_^  |
 | latief wrote on Jun 2, '05, edited on Jun 2, '05 Aku kira ada 2 macam fungsi blog bagi jurnalis. Pertama model die zeit (juga dipraktekkan Guardian Inggris). Tapi bisa juga blogger journalist yg mengelak dari pengapnya newsroom, dari berbagai tekanan ekonomi dan politik. Model Kevinsites. Dia adalah jurnalis perang. Blogsnya berisi tulisan yang tak mungkin nongol di media resmi, krn alasan kebijakan redaksi. |
 | Makasih bgt infonya bang. Sangat berguna nih. |
 | very informative. makasih mbak. eh, saya link di blog gw boleh yah yah yah :wink: |
 | 
Hampir tiada hari yang saya lewatkan tanpa membaca surat kabar online. Tak kurang 7 surat kabar (Republika, Jawapos, Kompas, Stern, der Spiegel, die Zeit, dan Nordsee-Zeitung) berbahasa indonesia maupun jerman saya baca setiap harinya. Membacanya sudah menjadi kebutuhan bagi saya. Memang tidak semua berita saya baca, melainkan headline atau berita-berita lain yang menarik hati. Sekedar melepas rasa ingin tahu saja. Sejak sekitar seminggu ini, saya menemukan sebuah tabloid mingguan versi online menarik bernama die Zeit. Die Zeit sendiri berarti time atau waktu. Mungkin versi lain majalah Times. Beberapa tahun yang lalu saya beberapa kali membaca die Zeit versi cetak hasil pinjaman dari seorang teman yang berlangganan. Isi die Zeit bagi saya sangat menarik. Membacanya selalu mendapat hal-hal baru yang mencerahkan. Tabloid ini isinya lumayan serius dan sarat pengetahuan, jadi membaca versi cetaknya membutuhkan energi yang sangat besar, terutama karena masih banyak kata-kata dalam bahasa jerman yang belum saya mengerti. Dalam satu terbitannya die Zeit memuat banyak sekali topik. Mulai topik politik, ekonomi, sosial budaya, travelling, ilmu pengetahuan dan beberapa topik lainnya. Edisi cetaknya cukup tebal. Nah, hal menarik yang saya temukan di die Zeit versi online adalah bahwa dia memiliki weblog alias blog. Mengapa weblog-nya menarik bagi saya? Karena blog di surat kabar bagi saya merupakan fenomena tersendiri. Baru kali ini saya mengetahui ada weblog di surat kabar. Weblog-nya sendiri menjadi semacam surat kabar dalam surat kabar. Redaktur mereka bekerja sama dengan blogg.de menawarkan berita, tulisan, catatan, dalam bentuk blog. Jadi kita membaca berita seperti membaca blog, dan bisa langsung memberi komentar. Komunikasi antar penulis dan pembaca menjadi 2 arah, berbeda dengan surat kabar online konvensional. Ragam isi dan topiknya pun tak jauh berbeda. Memang tak sebanyak topik di surat kabar online biasa. Topiknya antara lain topik umum, politik, ekonomi, pengetahuan, budaya, travelling, gaya hidup, dan journalisme. Lumayan banyak kan?
Di topik umum ada blogger salon yang memuat berita-berita dari redaktur langsung. Fundsachen berisikan, berisi tentang penemuan-penemuan /kejadian-kejadian unik yang dialami redaksi. Dalam topik politik ada 2 blogger, berjudul Beruf Terrorist oleh seorang ahli hukum, dan Im Moloch Kairo, oleh seorang mahasiswi jerman yang menceritakan kehidupan sehari-seharinya di Kairo. Ada Geldseligkeiten di blog tentang ekonomi, membahas tentang keuangan. Ada 2 blog mengenai ilmu pengetahuan, yaitu Megawatt dan Zeitwissen:log. Ada pula Music und so dalam blog tentang budaya. Transamerica, tentang satu keluarga jerman yang berkeliling amerika dengan menggunakan caravan, dlam blog bertemakan travelling. Ada pula beberapa blogger bertemakan gaya hidup dan jurnalisme. Blogger-blogger ini rata-rata merupakan orang yang memang ahli di bidangnya. Di weblog di Zeit juga dicantumkan link-link ke blog lainnya yang dianggap menarik dan relevan dengan topik yang dibahas. Satu lagi yang menarik di weblog adalah bahwa ternyata tiap tahun mereka mengadakan kompetisi untuk menentukan blog-blog berbahasa jerman terbaik, yang dinamai Preisbloggen. Yang dinilai adalah desain blog, isi yang menarik sesuai dengan keahlian blogger.
Adanya weblog di surat kabar ini bagi saya membuka era baru bagi para blogger. Kini blogger mesti dipandang lebih serius, tidak hanya sebagai pengisi buka harian di internet saja. Bisa saja, berkembangnya jumlah para blogger ini memicu berkembangnya freelance online journalist, sehingga suatu saat nanti blogger diakui sebagai profesi di dunia nyata, so bukan sekedar hobi lagi. Menurut saya, hal ini bukan suatu kemustahilan karena meskipun pengguna internet di indonesia masih berkisar 3,6 % (data tahun 2004), namun pertumbuhan pengguna internet dunia sebesar 144 % lebih per tahun menjadikan saya lebih optimis.:)
Vivat Blogging! Vivat Blogger!
 yang ini sangat menarik! sayang pake bahasa jerman...gak bisa! ;) |
 | Oh ya, yang berbahasa inggris bisa coba dilihat die The Guardian, seperti saran Pak Latief.:) |
| |