Sejak
beberapa tahun ini Jerman mengalami krisis ekonomi yang cukup parah.
Meski tak separah tanah air kita, namun telah membuat pemerintah Jerman
cukup kebingungan untuk mencari cara penanggulangannya. Krisis ekonomi
Jerman ditandai dengan semakin banyaknya jumlah pengangguran, akibat
banyak perusahaan bangkrut atau menutup pabriknya di Jerman. Jumlah
pengangguran di Jerman sekarang sekitar 10 persen angkatan kerja,
sebesar 5 juta orang, menyamai jumlah pengangguran setelah perang dunia
kedua. Sementara, mencari pekerjaan baru sulit. Jumlah orang miskin
juga makin bertambah, dari sekitar 10 persen di tahun 2001, menjadi
sekitar 13 persen di tahun 2004. Krisis ekonomi ini juga memukul para
mahasiswa, karena dalam waktu dekat akan dikenakan biaya SPP kepada
mahasiswa. Beberapa program bahkan sudah dikenakan pembayaran yang
jumlahnya bervariasi di berbagai universitas.
Salah
satu penyebab krisis adalah kelesuan ekonomi dunia. Tahun lalu, Opel,
yang tergabung dengan General Motors, mengurangi pekerjanya hingga 6500
orang. Demikian pula dengan Deutsche Bank, serta beberapa perusahaan
besar lainnya. Melonjaknya harga minyak mentah akhir-akhir ini, juga
menyebabkan beberapa perusahaan melakukan rasionalisasi dan efisiensi
dengan melakukan pengurangan pekerja. Keadaan ini, diperparah dengan
perluasan Uni Eropa, yaitu dengan masuknya 10 negara Eropa Timur ke
dalam Uni Eropa setahun lalu. Masuknya 10 negara Eropa Timur ini
ditangkap sebagai peluang bagi pengusaha-pengusaha Jerman. Banyak
perusahaan kemudian menutup pabriknya di Jerman untuk kemudian
membangun pabrik baru di Eropa Timur. Alasannya, apalagi kalo bukan
biaya operasional yang lebih murah, dengan SDM yang tak kalah dengan
SDM Jerman. Selain itu, banyak orang Eropa Timur, terutama Polandia
yang bereksodus ke barat, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di
Jerman para pekerja Eropa Timur mau dibayar lebih rendah daripada
pekerja Jerman, dengan jam kerja yang lebih panjang. Tentu saja, banyak
perusahaan yang memilih memperkerjakan mereka. Siapa sih yang tidak
menginginkan keuntungan yang lebih besar? Dan hal ini, tidak hanya
terjadi di Jerman. Perancis juga mengalami hal yang hampir sama
dengan Jerman.
Berbagai
tekanan ini tentu saja membuat pemerintah Jerman segera bereaksi.
Selain melakukan kecaman ke perusahaan-perusahaan yang menutup usahanya
di Jerman, hingga mengeluarkan berbagai kebijaksanaan maupun
Undang-Undang untuk mengurangi krisis yang terjadi. Kanzelir Jerman
Gerhard Schröder dan partainya yang berkuasa saat ini mengecam
perusahaan-perusahaan yang memindahkan pabriknya ke Eropa Timur,
sebagai tindakan yang tidak patriotik dan tidak cinta tanah air.
Pemerintah juga membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan baru, mengurangi
birokrasi, serta mengurangi pajak perusahaan. Selain itu, mereka juga
menetapkan upah minimal bagi para pekerja, agar tidak terjadi lohndumping. Hasilnya, bagi rakyat belum signifikan, hingga pamor pemerintah di mata rakyat merosot.
Tak
peduli betapa keras kecaman berbagai pihak terhadap para pengusaha
Jerman yang dianggap tidak nasionalis, para pengusaha itu tetap saja
melakukan niatnya. Karena, inilah kapitalisme. Kapitalisme tak mengenal
nasionalisme. Kapitalisme hanya tahu bagaimana mengejar keuntungan
sebesar-besarnya, tak peduli orang lain yang menjadi korban. Jadi ingat
tulisannya Mbak Dina tentang homo homini lupus, bahwa manusia akan memakan manusia lainnya, demi mendapatkan keuntungan.
 | Wow !!! It's a very good info...jarang2 ada info bginian.... Great Journal ! Thanx mBak Ira :) ditunggu brita berikutnya :) |
 | iya neh, nice story eh news |
 | begini nih...mahasiswi yg kritis... jangan silau sama kecanggihan teknologi negerinya para bule, hehehe.... |
 | O,ya mba.. baca tulisan ini....jadi keingetan sama cerita seseorang yang pernah tinggal di Jerman. Katanya, sebelum penyatuan Jerman Barat dan Timur tunjangan pemerintah ke masyarakat lumayan mengalir, terutama di daerah Barat.....sekarang gimana mbak?
K'lo soal pengangguran emang ada di mana-mana, di Iran sendiri...tuntutan lapangan kerja, jadi isu yang gak habis-habisnya dibahas sama anggota dewan.....faktornya sih banyak....k'lo yang saya tahu....melonjaknya angkatan siap kerja......sekarang ini pemerintah Iran sedang sibuk membuka berbagi lapangan kerja baru.
|
 | Ck ck ck...jurnalnya keren mbak! Makasih bgt infonya. Tulis lebih banyak lagi dunk tentang kondisi Jerman saat ini. Boleh yaa...Ditunggu loooh :) |
 | Pengangguran di negeri kita jauh lebih dahsyat... tapi, kok gak terjadi apa2 yah? |
 | ayiek wrote on Jul 16, '05 Salah satu penyebab krisis adalah kelesuan ekonomi dunia  ...tesis yang menarik. trims, atas infonya.. |
| |