Irawati (iprillia.multiply.com)

Blog EntryKorban KapitalismeMay 8, '05 12:37 PM
for everyone
Sejak beberapa tahun ini Jerman mengalami krisis ekonomi yang cukup parah. Meski tak separah tanah air kita, namun telah membuat pemerintah Jerman cukup kebingungan untuk mencari cara penanggulangannya. Krisis ekonomi Jerman ditandai dengan semakin banyaknya jumlah pengangguran, akibat banyak perusahaan bangkrut atau menutup pabriknya di Jerman. Jumlah pengangguran di Jerman sekarang sekitar 10 persen angkatan kerja, sebesar 5 juta orang, menyamai jumlah pengangguran setelah perang dunia kedua. Sementara, mencari pekerjaan baru sulit. Jumlah orang miskin juga makin bertambah, dari sekitar 10 persen di tahun 2001, menjadi sekitar 13 persen di tahun 2004. Krisis ekonomi ini juga memukul para mahasiswa, karena dalam waktu dekat akan dikenakan biaya SPP kepada mahasiswa. Beberapa program bahkan sudah dikenakan pembayaran yang jumlahnya bervariasi di berbagai universitas.

Salah satu penyebab krisis adalah kelesuan ekonomi dunia. Tahun lalu, Opel, yang tergabung dengan General Motors, mengurangi pekerjanya hingga 6500 orang. Demikian pula dengan Deutsche Bank, serta beberapa perusahaan besar lainnya. Melonjaknya harga minyak mentah akhir-akhir ini, juga menyebabkan beberapa perusahaan melakukan rasionalisasi dan efisiensi dengan melakukan pengurangan pekerja. Keadaan ini, diperparah dengan perluasan Uni Eropa, yaitu dengan masuknya 10 negara Eropa Timur ke dalam Uni Eropa setahun lalu. Masuknya 10 negara Eropa Timur ini ditangkap sebagai peluang bagi pengusaha-pengusaha Jerman. Banyak perusahaan kemudian menutup pabriknya di Jerman untuk kemudian membangun pabrik baru di Eropa Timur. Alasannya, apalagi kalo bukan biaya operasional yang lebih murah, dengan SDM yang tak kalah dengan SDM Jerman. Selain itu, banyak orang Eropa Timur, terutama Polandia yang bereksodus ke barat, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di Jerman para pekerja Eropa Timur mau dibayar lebih rendah daripada pekerja Jerman, dengan jam kerja yang lebih panjang. Tentu saja, banyak perusahaan yang memilih memperkerjakan mereka. Siapa sih yang tidak menginginkan keuntungan yang lebih besar? Dan hal ini, tidak hanya terjadi di Jerman. Perancis  juga mengalami hal yang hampir sama dengan Jerman.

Berbagai tekanan ini  tentu saja membuat pemerintah Jerman segera bereaksi. Selain melakukan kecaman ke perusahaan-perusahaan yang menutup usahanya di Jerman, hingga mengeluarkan berbagai kebijaksanaan maupun Undang-Undang untuk mengurangi krisis yang terjadi. Kanzelir Jerman Gerhard Schröder dan partainya yang berkuasa saat ini mengecam perusahaan-perusahaan yang memindahkan pabriknya ke Eropa Timur, sebagai tindakan yang tidak patriotik dan tidak cinta tanah air. Pemerintah juga membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan baru, mengurangi birokrasi, serta mengurangi pajak perusahaan. Selain itu, mereka juga menetapkan upah minimal bagi para pekerja, agar tidak terjadi lohndumping. Hasilnya, bagi rakyat belum signifikan, hingga pamor pemerintah di mata rakyat merosot.

Tak peduli betapa keras kecaman berbagai pihak terhadap para pengusaha Jerman yang dianggap tidak nasionalis, para pengusaha itu tetap saja melakukan niatnya. Karena, inilah kapitalisme. Kapitalisme tak mengenal nasionalisme. Kapitalisme hanya tahu bagaimana mengejar keuntungan sebesar-besarnya, tak peduli orang lain yang menjadi korban. Jadi ingat tulisannya Mbak Dina tentang homo homini lupus, bahwa manusia akan memakan manusia lainnya, demi mendapatkan keuntungan.


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
iwan95 wrote on May 8, '05
Wow !!!
It's a very good info...jarang2 ada info bginian....
Great Journal !
Thanx mBak Ira :)
ditunggu brita berikutnya :)
ingwuri wrote on May 9, '05
iya neh, nice story eh news
iprillia wrote on May 9, '05
iwan95 said
ditunggu brita berikutnya :)
Insyaallah.:) Tenkyu juga telah mampir. Saya cuma ingin menunjukkan, bahwa hidup di negara ini, ada susahnya juga, gak selalu indah.
iprillia wrote on May 9, '05
ingwuri said
nice story eh news
Terima kasih, Mas.
bundakirana wrote on May 9, '05
begini nih...mahasiswi yg kritis... jangan silau sama kecanggihan teknologi negerinya para bule, hehehe....
iprillia wrote on May 9, '05
jangan silau sama kecanggihan teknologi negerinya para bule
Benar, dan saya juga masih harus banyak belajar dari Mbak Dina, yang lebih berpengalaman menulis.
sophiazahra wrote on May 9, '05
O,ya mba.. baca tulisan ini....jadi keingetan sama cerita seseorang yang pernah tinggal di Jerman. Katanya, sebelum penyatuan Jerman Barat dan Timur tunjangan pemerintah ke masyarakat lumayan mengalir, terutama di daerah Barat.....sekarang gimana mbak?

K'lo soal pengangguran emang ada di mana-mana, di Iran sendiri...tuntutan lapangan kerja, jadi isu yang gak habis-habisnya dibahas sama anggota dewan.....faktornya sih banyak....k'lo yang saya tahu....melonjaknya angkatan siap kerja......sekarang ini pemerintah Iran sedang sibuk membuka berbagi lapangan kerja baru.



iprillia wrote on May 9, '05
Katanya, sebelum penyatuan Jerman Barat dan Timur tunjangan pemerintah ke masyarakat lumayan mengalir, terutama di daerah Barat.....sekarang gimana mbak?
Benar. Sampai sekarang, Neue Bundesländer alias pemerintah negara bagian yang merupakan bekas Jerman Timur mendapat bantuan/tunjangan dari negara-negara bagian di Jerman Barat. Tunjangan yang disebut uang solidaritas itu digunakan untuk membangun negara bagian bekas Jerman Timur, yang dianggap masih terbelakang. Akibatnya pemerintah negara bagian Jerman Barat haru mengurangi tunjangan bagi warganya. Sebagian tunjangan juga diambil dari gaji para pekerja sebagai pajak. Perlu diketahui, pajak pekerja di Jerman sangat tinggi, sekitar 50 %.
bundakirana wrote on May 9, '05
Perlu diketahui, pajak pekerja di Jerman sangat tinggi, sekitar 50 %.
haaahhh...50%??? Besar amat...? Kasian juga yah, capek2 kerja, trus gajinya dikasihkan ke negara. Untung aja pemerintahnya nggak korup kayak Indonesia. Kita2 di sini (Iran) cuma dipajakin 10 persen udah ngomel2, hehehe...
iprillia wrote on May 9, '05
Kita2 di sini (Iran) cuma dipajakin 10 persen udah ngomel2, hehehe...
Sebenernya orang-orang disini juga banyak yang ngomel-ngomel.hehheheheh. Tapi duit pajaknya digunakan untuk rakyat juga, buat tunjangan orang miskin, buat membangun macam2, dll.
ummuaasiyah wrote on May 9, '05
Ck ck ck...jurnalnya keren mbak! Makasih bgt infonya. Tulis lebih banyak lagi dunk tentang kondisi Jerman saat ini. Boleh yaa...Ditunggu loooh :)
iprillia wrote on May 9, '05
Ditunggu loooh :)
Insyaallah, sambil belajar nulis:)
anjung wrote on Jun 11, '05
Pengangguran di negeri kita jauh lebih dahsyat... tapi, kok gak terjadi apa2 yah?
iprillia wrote on Jun 12, '05
anjung said
Pengangguran di negeri kita jauh lebih dahsyat... tapi, kok gak terjadi apa2 yah?
Mungkin karena bagi kita, pengangguran itu hal yang biasa yah. Sistem kekeluargaan juga masih cukup solid di indonesia.
ayiek wrote on Jul 16, '05
Salah satu penyebab krisis adalah kelesuan ekonomi dunia
...tesis yang menarik. trims, atas infonya..
iprillia wrote on Jul 16, '05
ayiek said
.tesis yang menarik. trims, atas infonya..
Ur welcome. Makasih juga telah mampir.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.