<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Irawati (iprillia.multiply.com)</title>
<link>http://iprillia.multiply.com/</link>
<description>Pramoedya Ananta Toer dalam Khotbah dari Jalan Hidup mengatakan, &#x22;Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.&#x22;

&#x3C;embed src=&#x22;http://www.clocklink.com/clocks/0003P-Green.swf?TimeZone=GMT0200&#x26;Place=Bremerhaven&#x22; width=&#x22;200&#x22; height=&#x22;200&#x22; wmode=&#x22;transparent&#x22; type=&#x22;application/x-shockwave-flash&#x22;&#x3E;</description>
<pubDate>Fri, 1 Aug 2008 07:06:27 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 2 Sep 2006 06:48:03 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Irawati (iprillia.multiply.com)</title>
<url>http://images.iprillia.multiply.com/logo</url>
<link>http://iprillia.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>German Rotten Meat Around Europe</title>
<description>

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;The new rotten meat scandal in South Germany grows in
new dimensions. Fifty metric tons in Munich, 40 metric tons in Passau, and 37
metric tons in Regensburg. The Munich management supposes that scruffy product
of a meat wholesaler has been sold not only all over the country, but also in
the European Unions lands.&#x3C;/p&#x3E;

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E; &#x3C;/p&#x3E;

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;After the Munich wholesaler, a slaughterhouse in
distric Deggendorf also got under vision of investigators. They are accused
&#x22; considerable offence &#x22; with storage, processing and sales by meat,
informed public prosecutor&#x27;s office and police last Firday.&#x3C;/p&#x3E;

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E; &#x3C;/p&#x3E;

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Already on Thursday the police guaranteed there 10,000
kilogrammes of doner kebab meat with which the durability data were partially
crossed about four years. The health centre has called the product according to
the first investigations as &#x22; rancid, musty, old and strange &#x22;. To
the clarification of the case the criminal investigation department Munich
furnished a special committee &#x22;K&#xFC;hlhaus&#x22;, m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/99/German_Rotten_Meat_Around_Europe</guid>
<pubDate>Sat, 2 Sep 2006 06:48:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lao Tzu</title>
<description>Aku terkesan ama quote ini.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lao Tzu : &#x22;A journey of thousand miles begins with a single step&#x22;&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/98/Lao_Tzu</guid>
<pubDate>Fri, 1 Sep 2006 09:18:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Saatnya Bekerja Sama Melawan Diskriminasi</title>
<description>Tulisan mengenai isu rasisme menjelang Piala Dunia Jerman di Surya.

Selamat</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/20/Saatnya_Bekerja_Sama_Melawan_Diskriminasi</guid>
<pubDate>Mon, 5 Jun 2006 10:24:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nonton Permainan Bola Kuno Suku Indian Astec/Maya (Pok Ta Pok)</title>
<description>Minggu sore (14.05.06) tadi, kami sekeluarga nonton Pok Ta Pok di depan stasiun Bremen. Permainan bola kuno ini disponsori oleh pemerintah Jerman dalam rangka menyambut Piala Dunia 2006. Pemain bola Indiannya didatangkan dari</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/photos/album/34/Nonton_Permainan_Bola_Kuno_Suku_Indian_AstecMaya_Pok_Ta_Pok</guid>
<pubDate>Sun, 14 May 2006 20:59:47 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Totto Chan : Gadis Cilik di Jendela</title>
<description>Akhirnya dapat juga aku membaca buku ini setelah sekian lama penasaran. Buku yang sangat bagus dan layak mendapatkan enam bintang. Buku memoar masa kecil sang penulis ini ditulis dengan penuh cinta dan kenangan akan masa kecil nan indah di SD Tomoe Gakuen. Sekolah dengan cara mendidik yang sangat berbeda dengan SD konvensional. Di Tomoe anak bebas mengekspresikan dirinya, dan menemukan dirinya sendiri.

Buku ini membuka cakrawala pendidikan baru bagiku. Kesimpulannya, biarlah anak bebas berekspresi. Jangan terlalu banyak larangan. Perhatikan saja mereka. Akan banyak mutiara kita temukan jika kita berusaha mengerti mereka.

Satu lagi yang kudapatkan dari buku ini. Bahwa tak ada anak dilahirkan menjadi anak nakal. Lingkunganlah yang membuat mereka menjadi anak bermasalah.

Aku sangat terkesan saat membaca bagian dimana Totto-chan membongkar lobang penampungan septic tank untuk mencari dompet kesayangannya. Kepala sekolah Kobayashi tidak marah saat mengetahuinya. Beliau hanya berkat...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/reviews/item/3</guid>
<pubDate>Fri, 21 Apr 2006 07:33:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Membaca Germany Survival Bible di Spiegel</title>
<description>
&#x3C;br&#x3E;Akhir-akhir ini saya rajin membaca Germany Survival Bible di surat kabar Spiegel-Online. Tulisan-tulisan berbahasa inggris ini ditampilkan oleh Der Spiegel dalam rangka menyambut Piala Dunia 2006. Tujuannya adalah untuk memberi informasi kepada para turis dan penonton Piala Dunia yang akan datang ke Jerman. Sebagian tulisan berasal dari auslaender (orang asing) yang tinggal di negara ini. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Banyak hal menarik saya temui dalam kumpulan tulisan mereka. Semuanya membuat saya mengetahui lebih jauh mengenai kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku disini. Misalnya, bagaimana disiplin a la Jerman. Atau apa yang mesti dilakukan ketika mengantri. Ada tulisan mengenai banyaknya anjing di negara ini serta anjuran berhati-hati ketika pergi ke taman, dan tempat-tempat umum karena kotoran anjing di mana-mana.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada tulisan mengenai kebiasaan menyetir orang Jerman yang merasa dirinya sebagai sopir terbaik di dunia. Banyak diantara mereka yang menjadikan jalan raya sebagai lintasan formula satu. Dan terda...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/81/Membaca_Germany_Survival_Bible_di_Spiegel</guid>
<pubDate>Wed, 12 Apr 2006 08:41:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Deutsche Auswandererhaus Bremerhaven</title>
<description>Deutsche Auswandererhaus adalah museum bertema migrasi terbesar di Eropa. Ini merupakan kunjungan museum pertama saya selama di</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/photos/album/25/Deutsche_Auswandererhaus_Bremerhaven</guid>
<pubDate>Sun, 5 Feb 2006 11:55:32 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Disambati Janda dan Anak Yatim, Dewan Cuek</title>
<description>Ya Allah, sedih banget baca yang</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/16/Disambati_Janda_dan_Anak_Yatim_Dewan_Cuek</guid>
<pubDate>Wed, 26 Oct 2005 09:07:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Orang Indonesia Boros Energi </title>
<description>
Harian Ekonomi Neraca hari ini menampilkan data statistik yang menarik mengenai
konsumsi energi orang Indonesia. Data yang ditampilkan dalam
bentuk&#x26;nbsp; perhitungan elastisitas (pertumbuhan konsumsi energi
dibanding pertumbuhan ekonomi) dan intensitas (jumlah konsumsi energi
per PDB). Dari hasil kedua perhitungan diatas, elastisitas dan
intensitas energi di Indonesia termasuk paling tinggi dibandingkan
Thailand, AS/Kanada dan Jepang. Artinya, orang Indonesia boros energi.&#x26;nbsp; Padahal, konsumsi energi
Indonesia tergolong kecil. &#x3C;br&#x3E;

&#x3C;br&#x3E;






 
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Elastisitas&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Intensitas&#x3C;/p&#x3E;
  
 
 
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Indonesia&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;1,84&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;400&#x3C;/p&#x3E;
  
 
 
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Thailand&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;1,16&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;350&#x3C;/p&#x3E;
  
 
 
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;AS / Kanada&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;0,26&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;300&#x3C;/p&#x3E;
  
 
 
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Jepang&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;0,10&#x3C;/p&#x3E;
  
  
  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;200&#x3C;/p&#x3E;
  
 





&#x3C;font size=&#x22;1&#x22;&#x3E;Data dari Divisi Efisiensi Energi Pusat Teknologi Energi BPPT 2004&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;

&#x3C;br&#x3E;

Saya sendiri tak terlalu heran dengan data diatas. Pen...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/57/Orang_Indonesia_Boros_Energi_</guid>
<pubDate>Tue, 6 Sep 2005 17:53:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menghapus Trauma dengan Menulis</title>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/8/Menghapus_Trauma_dengan_Menulis</guid>
<pubDate>Tue, 16 Aug 2005 17:00:42 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sail  Bremerhaven 2005 : Day 4, Coctail Party</title>
<description>
Hari ini, sabtu, cuaca cerah. Suhu Bremerhaven pun hangat, yaitu sekitar 20&#xB0;C. Pagi harinya, saya masih kaputt
(baca: kecapekan). Rencana, agak sorean kami ke Dewaruci. Beberapa kali
telepon rumah berdering. Beberapa teman menelpon, menanyakan tentang
acara Coctail Party yang akan dilaksanakan di atas Dewaruci, Sabtu sore
ini. Sebelumnya, saya sudah mewanti-wanti beberapa kawan, agar datang
ke pesta ini.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Saat kami berangkat sore harinya, hujan rintik-rintik mulai berderai di
bumi Bremerhaven. Seperti kemarin juga, perlu perjuangan untuk
mendapatkan bus kota yang menuju pusat kota. Setalah dua kali ditolak
naik bus, alhamdulillah bus ketiga agak longgar. Jalanan macet. Bus
bergerak pelan dan sering berhenti. Beberapa kali seorang teman yang
datang bersama keluarganya menelpon, menanyakan, kapan saya akan sampai
kesana. &#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Setelah cukup lama di jalan, kami sampai di halte tujuan, Hafeninsel,
di dekat pelabuhan tempat pusat acara Sail 2005 berlangsung. Keluarga
saya dan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/45/Sail_Bremerhaven_2005_Day_4_Coctail_Party</guid>
<pubDate>Sun, 14 Aug 2005 17:57:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Coming Soon : Sail Bremerhaven 2005</title>
<description>

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Pada tanggal 10-14 Agustus nanti ada event besar di Bremerhaven, yaitu Sail
Bremerhaven 2005. Event yang akan diadakan untuk kelima kalinya&#x26;nbsp; ini
adalah sebuah Tallship Parade, yang akan dihadiri sekitar 200 kapal layar
tradisional dan 100 kapal lainnya dari 26 negara. Bundeskanzler, Gerhard
Schr&#xF6;der dijadwalkan datang pada tanggal 14 Agustus. &#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Beberapa negara yang mengirimkan kapalnya untuk mengikuti parade antara lain : Indonesia,&#x26;nbsp; India,
Kesultanan Oman, Romania, Bulgaria,
Italia, Portugal,&#x26;nbsp;
Kolombia, USA, Ukraina, Rusia, dll. Satu
setengah juta pengunjung diharapkan datang untuk menyaksikan even ini. Wakil
dari Indonesia
adalah KRI Dewaruci.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Menjelang Sail 2005 ini, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Bremerhaven. Persiapannya
terdiri dari persiapan jangka panjang dan jangka pendek. Persiapan jangka
penjang meliputi renovasi berbagai sarana pendukung seperti jalan raya, tempat
parkir, dan pelabuhan. sedangkan persiapan jangka pendek meliputi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/38/Coming_Soon_Sail_Bremerhaven_2005</guid>
<pubDate>Sat, 6 Aug 2005 21:18:26 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Feuerwehr im Einsatz (Baca: Nonton Pemadam Kebakaran Beraksi)</title>
<description>Sewaktu pulang dari wohnheim (asrama mahasiswa) sore tadi ada kejadian
yang menarik. Saat berjalan ke arah halte, dari kejauhan
terdengar&#xA0; &#x27;&#x27;Tatu tata, tatu tata&#x27;&#x27; (suara sirene) beberapa mobil.
Ah biasa, pikir saya. Paling-paling ambulan.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Eh, suara-suara sirene itu makin mendekat. Saya melihat 2 mobil notartz
(dokter gawat darurat) berhenti beberapa puluh meter sebelum halte bus.
Mungkin ada yang sakit atau butuh pertolongan segera, pikir saya lagi.
Kira-kira semenit kemudian, datang 3 mobil pemadam kebakaran dan 2
ambulan dan 1 mobil polisi. Makin seru nih. &#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Beberapa petugas pemadam kebakaran berlari-lari ke gedung kejadian.
Mereka tampak panik saat masuk ke dalamnya.&#xA0; Sebuah mobil dokter
tampak mondar-mandir. Mungkin mencari jalan, agar bisa masuk lewat
belakang gedung. &#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Saya memperhatikan peristiwa ini dari kejauhan. Bus sudah telat sekitar
lima menit&#xA0; Mau ikut nonton, khawatir ketinggalan bus. Namun saya
lihat, busnya nggak mungkin lewat jalan itu, karena jala...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/36/Feuerwehr_im_Einsatz_Baca_Nonton_Pemadam_Kebakaran_Beraksi</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jul 2005 19:49:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Meredam Pemborosan</title>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/6/Meredam_Pemborosan</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jul 2005 07:18:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hujan di Bremerhaven</title>
<description>



&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Seorang
teman mengeluhkan cuaca di Bremerhaven kemarin. Baru sekitar dua minggu dia
tinggal disini untuk praktikum selama enam bulan. &#x2019;&#x2019;Nggak nyangka deh, kalau
musim panas bisa sedingin ini,&#x2019;&#x2019; katanya.&#x3C;br&#x3E;
&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Seminggu
ini mendung hampir selalu menggantung di langit Bremerhaven. Hujan sering
turun. Kadang gerimis, kadang lebat. Angin yang berhembus kencang, menambah
dinginnya Bremerhaven. Suhu udara luar sekitar 13-16 &#xB0;C.&#x3C;br&#x3E;
&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Bremerhaven
memiliki raa-rata curah hujan yang cukup tinggi, yaitu antara 800-900 mm per
tahun. Rata-rata kecepatan angin di kota ini termasuk yang paling tinggi di
jerman, yakni&#x26;nbsp; 5 m/s. Hujan disertai
angin kencang sering terjadi di musim gugur dan awal&#x26;nbsp; musim semi.&#x3C;br&#x3E;
&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Terkadang
ada sedikit kesal &#x26;nbsp;pada cuaca
Bremerhaven. Seringkali kali rencana kami gagalkan, karena cuaca yang kurang
mendukung. Mau pergi belanja, hujan. Batal. Mau ke kampus males, karena hujan
turun dengan derasnya. Seperti...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/35/Hujan_di_Bremerhaven</guid>
<pubDate>Sun, 24 Jul 2005 11:20:30 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menulis dengan ikhlas</title>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/5/Menulis_dengan_ikhlas</guid>
<pubDate>Sun, 17 Jul 2005 13:45:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pada Sebuah Taman</title>
<description>So, which one is your</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/photos/album/13/Pada_Sebuah_Taman</guid>
<pubDate>Wed, 13 Jul 2005 09:17:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Syifa dan Mainan</title>
<description>Saat bermain, Syifa seringkali menyusun mainannya dengan aturan tertentu. Hal ini sejak lama berlangsung, namun saya baru menyadarinya beberapa bulan ini. Beberapa terabadikan. Saya penasaran, apa yang ada dala pikirannya ketika dia</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/photos/album/12/Syifa_dan_Mainan</guid>
<pubDate>Sat, 9 Jul 2005 20:42:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Zum zweiten Mal nach Helgoland</title>
<description>
Pada hari Sabtu 2 Juli lalu, untuk kedua kalinya kami ke Helgoland.
Sama dengan tahun lalu, kami berangkat dengan tiket murah yang
dikoordinir pihak kampus. Kami cukup membayar 5 euro per orang, dari
harga asli 32,50 euro per orang. Sangat murah. Banyak pengalaman
menarik dan berkesan selama mengikuti perjalanan ini.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Untuk sampai ke Helgoland, kami naik kapal feri besar bernama MS
Atlantis. Kapal ini berkapasitas sekitar 1000 penumpang. Lebih kecil
dari MS Helgoland (kapasiatas ca. 2000 penumpang) yang kami tumpangi
tahun lalu. Meski lebih kecil Atlantis tak kalah nyaman. Kapal
berkecepatan 18 knot ini memiliki tiga tingkat. Dilengkapi dengan bar,
restauran, basar, tempat bermain anak, bahkan tempat berjemur.&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
Asyik juga memperhatikan berbagai aktivitas para penumpang. Sebagian
menghabiskan waktu dengan memotret atau mengabadikan momen dengan
handycam. Ada yang makan sambil mengobrol di restauran. Beberapa
mahasiswa teman kami main kartu &#x27;on board&#x27;. Ada yang tidur, a...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/33/Zum_zweiten_Mal_nach_Helgoland</guid>
<pubDate>Thu, 7 Jul 2005 22:51:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>(Belajar menulis feature) Nongkrong di Cafe Orange, Bremerhaven</title>
<description>

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Kopi adalah minuman favorit orang Jerman. Jika dirata-rata, mereka minum
sekitar 180 liter kopi per orang pertahun. Melebihi rata-rata bir, 150 liter
per orang per tahunnya. Kopi dijual dimana-mana. Restauran, bar, kios. Jika tak
bisa menemukan kedai makan, kopi bisa didapatkan di mesin otomatis dengan harga
yang murah. &#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Ratusan merek kopi dengan berbagai aroma dijual disini.
Harganya pun bervariasi, mulai sekitar 6 euro per kilo hingga 30 euro. Kopi
yang paling mahal, ternyata adalah kopi Luwak Indonesia, yang harganya 50 euro
lebih sekilonya. Hebat.&#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Saya pribadi sangat jarang minum kopi diluar rumah.
Mahal. Mending minum di rumah. Saya minum kopi di luar ketika cuaca sedang
dingin. Atau saat mengantuk di perjalanan. Hari minggu kemarin adalah
pengecualian. Saya sekeluarga memutuskan ke cafe, sekalian mengadakan
pengamatan untuk tugas deskripsi.&#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E;


&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;Di hari minggu di musim panas, pusat keramaian adalah
cafe-cafe yang menju...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/32/Belajar_menulis_feature_Nongkrong_di_Cafe_Orange_Bremerhaven</guid>
<pubDate>Thu, 7 Jul 2005 21:34:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kampanye Anti Kotoran Anjing</title>
<description>

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: 150%;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Kota tempat kami tinggal sekarang
adalah kota kecil. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Kota ini
berpenduduk sekitar 112 ribu jiwa. Karena kecilnya, teman-teman yang tinggal di
kota lain, sering menganggapnya sebagai desa atau kampung. Jerman tapi kampung.
Sarana transportasi umum yang ada hanyalah bus kota. Tak ada tram, apalagi U-Bahn (subway). Angka penganggurannya pun,
terbilang cukup tinggi, yakni 20 persen. Penduduknya agak cuek terhadap
peraturan. Misalnya saja, mereka seringkali menyeberang sembarangan, jarang
mengenakan sabuk pengaman ketika mengemudikan mobil, menelpon saat mengemudi,
dsb. Satu hal lagi, kota ini terbilang agak jorok dan terkesan kumuh.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: 150%;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;
Sampah-sampah
berserakan di beberapa tempat. Yang lebih menjengkelkan adalah bayak para
pemilik anjing yang membiarkan anjingnya membuang kotoran di sembarang tempat,
tanpa membersihkan setelahnya. Jalan, taman, di bawah pohon-pohon boulevard
adalah tempat-tempat dimana kotoran anjing sangat sering di jumpai. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: 150%;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;
T...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/30/Kampanye_Anti_Kotoran_Anjing</guid>
<pubDate>Tue, 28 Jun 2005 20:04:35 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Media Massa Jerman dan Presiden Iran</title>
<description>

&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: 150%;&#x22;&#x3E;Kemarin, 25 Juni 2005,
terpilihnya Presiden Islamic Republic of Iran, Mahmud Ahmadinedschad, menjadi &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;headline&#x3C;/i&#x3E; di beberapa media massa di
Jerman. Semua media massa tersebut, menyebutkan bahwa terpilihnya Ahmadinedschad,
sebagai hal yang megejutkan, dan di luar dugaan, karena mereka memprediksi,
Rafsanjani-lah yang akan menduduki kembali kursi kepresidenan di Iran. Tak
kurang 3 media besar yang menjadikan hasil pemilu Iran sebagai &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;headline&#x3C;/i&#x3E;. Diantaranya adalah &#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Stern, Die Zeit&#x3C;/b&#x3E; dan &#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Focus Magazine&#x3C;/b&#x3E;. Beberapa media online
seperti gmx.net dan freenet.de juga menjadikan pemilu ni sebagai berita utama.
Bahkan surat kabar harian di kota kecil tempat kami tinggal, Bremerhaven, &#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Nordsee Zeitung &#x3C;/b&#x3E;juga menampilkannya
sebagai headline, lengkap dengan potret, siapa sebenarnya Ahmadinedschad. Rupanya media massa Jerman, cukup antusias mengikuti proses Pemilu di Iran
kali ini. &#x3C;/p&#x3E;




&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: 150%;&#x22;&#x3E;Stern Magazine,
menampilkan dua judul utama, yaitu &#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Der
Westen kritisiert Pr&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#xE4;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;sidenten-Wahl &#x3C;/b&#x3E;(Barat
Mengkriti...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/29/Media_Massa_Jerman_dan_Presiden_Iran</guid>
<pubDate>Sat, 25 Jun 2005 21:59:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Flohmarkt</title>
<description>Flohmarkt atau Pasar Loak ini merupakan tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Biasanya kami mencari mainan dan buku anak-anak disini, karena harganya miring dan kualitasnya cukup bagus. Di Bremerhaven, pasar loak buka pada hari sabtu dan minggu pagi hingga siang. Pada saat cerah seperti hari ini, flohmarkt sangat ramai, dipenuhi penjual dan pembeli.</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/photos/album/10/Flohmarkt</guid>
<pubDate>Sat, 18 Jun 2005 15:08:16 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sia-Sia</title>
<description>


Wah lupa, nasi udah basi dalam rice cooker. Padahal sisa nasi masih
banyak di dalamnya. Saya menyesal sekali. Menyesal karena telah lalai.
Sekarang kan sudah memasuki musim panas. Sebagian besar makanan yang
sudah masak, sudah harus di masukkan ke dalam lemari pendingin, agar
awet. Saat musim dingin, makanan lebih awet meski dibiarkan selama
beberapa hari. Tapi sekarang, ah mau bagaimana lagi, harus dibuang. &#x3C;br&#x3E;

&#x3C;br&#x3E;

Kalau saya renungkan lagi, banyak sekali saya menyia-nyiakan hal-hal
kecil selama ini. Seringkali&#x26;nbsp; masakan saya jadi hangus,
gara-gara&#x26;nbsp; keasikan di depan komputer. Atau bahan-bahan makanan
yang disimpan membusuk, sebelum sempat dimasak. Sering juga saya
biarkan air keran mengucur meski tidak saya gunakan. Di musim dingin,
saya juga beberapa kali lupa mematikan pemanas ruangan atau membiarkan
komputer menyala ketika keluar rumah. &#x3C;br&#x3E;

&#x3C;br&#x3E;

Ah ternyata saya telah banyak membiarkan hal-hal kecil menjadi sia-sia.
Padahal, dibelahan bumi yang lain, hal-...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/28/Sia-Sia</guid>
<pubDate>Thu, 16 Jun 2005 12:16:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Welcome to The Jungle</title>
<description>
&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(0, 51, 0);&#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x27;I will try a new adventure in jungle&#x27; demikian tulis salah seorang
teman semasa SMA saya di message. Teman saya ini bulan depan akan
kembali ke indonesia setelah sekitar 6 tahun belajar di Amerika. Dia
berencana membuka usaha sambil bekerja di Indonesia. Katanya, dia sudah
bosan hidup di Amerika dan mencari tantangan baru di tanah air. Saat
dia mengutarakan keinginan untuk pulang ke tanah air beberapa bulan
sebelumnya, memang&#x26;nbsp; saat itu saya yang mengatakan dengan nada guyon, &#x27;Welcomeback to the
jungle&#x27;. Dia hanya tertawa saja saat mendengarnya. Itu juga yang
dikatakan teman saya yang lain, ketika kembali ke indonesia, &#x27;I will go
back to the jungle.&#x27; Saya yakin, dia tidak bersungguh-sungguh saat itu.&#x3C;br style=&#x22;font-family: &#x26;quot;lucida sans unicode&#x26;quot;,lucida;&#x22;&#x3E;
&#x3C;br style=&#x22;font-family: &#x26;quot;lucida sans unicode&#x26;quot;,lucida;&#x22;&#x3E;

Saya sendirijuga&#x26;nbsp; yakin, bahwa Indonesia sebenarnya &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(0, 51, 0); font-style: italic;&#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x27;not that wild,&#x26;nbsp; like a
real jungle&#x27;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(0, 51, 0);&#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x27;
lah. Karena menurut pengalaman, beberapa teman bahkan jauh
lebih sukses ketika kembali ke tanah air. Namun, istilah jungle,
mungkin ada benarnya juga jika melihat ko...</description>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/journal/item/26/Welcome_to_The_Jungle</guid>
<pubDate>Mon, 13 Jun 2005 11:38:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bandeng presto</title>
<guid isPermaLink="true">http://iprillia.multiply.com/links/item/4/Bandeng_presto</guid>
<pubDate>Sat, 11 Jun 2005 15:45:11 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>